Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Tim SAR Evakuasi Jenazah Korban Banjir Bandang Sigi

Rabu 01 May 2019 19:07 WIB

Red: Ratna Puspita

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang korban banjir bandang di Desa Omu, Gumbasa, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (1/5/2019). Banjir bandang yang terjadi Minggu (28/4/2019) dan menyapu lima desa di wilayah itu menghanyutkan lebih dari 30 rumah warga, menimbun lebih dari 500 rumah penduduk, sekolah, rumah ibadah, dan mengakibatkan lebih dari 2.000-an warga terpaksa diungsikan.

Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah seorang korban banjir bandang di Desa Omu, Gumbasa, Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (1/5/2019). Banjir bandang yang terjadi Minggu (28/4/2019) dan menyapu lima desa di wilayah itu menghanyutkan lebih dari 30 rumah warga, menimbun lebih dari 500 rumah penduduk, sekolah, rumah ibadah, dan mengakibatkan lebih dari 2.000-an warga terpaksa diungsikan.

Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki
Desa yang terdampak banjir di Sigi sudah membaik, tapi masih penuh lumpur.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Tim SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu mengevakuasi satu jenazah korban banjir bandang di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Korban diketahui bernama H Bado (90), warga Desa Bangga kecamatan Dolo Selatan yang terseret arus banjir pada 28 April 2019.

Baca Juga

Kepala Kantor SAR Palu Basrano mengatakan, saat banjir melanda, korban berada di kebunnya di Desa Tuva, Kecamatan Gunbasa. Setelah hampir empat hari melakukan pencarian, pukul 09.55 WITA tim SAR menemukan korban di bawah tumpukan kayu di pinggir Sungai Desa Omu, Kecamatan Gumbasa.

"Proses evakuasi memakan waktu tiga jam karena korban terhimpit material kayu bercampur lumpur, sehingga cukup memakan waktu lama, sekitar pukul 13.00 WITA jenazah korban baru bisa diangkat ke permukaan. Tim SAR di bantu warga sekitar, " kata Basrano pada Rabu (1/5).

Setelah dievakuasi, jenazah korban banjir itu diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Setelah proses evakuasi selesai, tim SAR akan ditarik dari lokasi banjir guna disiagakan kembali di kantor SAR Palu.

"Dari laporan kami terima sebelumnya, hanya satu korban hilang saat peristiwa banjir, oleh karenanya 13 personel yang disiagakan di Sigi akan kami tarik karena proses evakuasi telah selesai," katanya.

Kondisi desa-desa yang terdampak banjir di Kabupaten Sigi sudah membaik, tetapi warga belum bisa berbuat banyak karena barang-barang dan harta benda mereka masih tertimbun lumpur. TNI bersama warga Sigi mulai membuat jalan alternatif guna memudahkan masyarakat menuju wilayah Kecamatan Kulawi dan Kota Palu karena jalan putus saat banjir.

 

 

TAKE 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA