Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Monday, 6 Sya'ban 1441 / 30 March 2020

Peringati Hardiknas, Risma Ajak Warga Terus Belajar

Kamis 02 May 2019 11:53 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Gita Amanda

Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini

Wali kota Surabaya, Tri Rismaharini

Foto: Dok Pemkot Surabaya
Risma mengajak masyarakat untuk selalu belajar sepanjang hayat.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengajak warganya turut memaknai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas), dan Hari Otonomi Daerah (Otda). Risma mengajak warganya memaknai Hardiknas, Harkitnas dan Hari Otonomi Daerah dengan selalu belajar sepanjang hayat, atau long life learning.

"Sebab, setiap hari selalu ada perubahan. Jadi, sampai kapan pun kita harus terus belajar. Tidak ada lagi batasan usia untuk belajar karena setiap saat selalu ada perubahan,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, Kamis (2/5).

Risma mengingatkan, belajar yang dilakukan manusia tidak hanya dilakukan di dalam kelas saja, namun lebih luas. Contohnya, lanjut Risma, belajar memahami perkembangan yang ada di sekitarnya.

“Tidak ada yang tahu, tiba-tiba datang banjir yang tidak pernah kita menyangka, maka kita harus belajar mengantisipasinya,” kata dia.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya itu juga menjelaskan, nilai yang dikatakan berhasil dalam belajar bukan hanya sekedar mendapatkan nilai Matematika dengan sempurna. Tapi lebih dari itu, kata dia, pelajar yang berhasil adalah yang mampu meningkatkan nilai kemanusiaan. Termasuk cara menghormati orang lain.

“Meskipun dia juara kelas atau juara lomba-lomba, tapi kalau dia tidak menghormati orang tuanya dan gurunya, menurut saya itu tidak berhasil,” ujar Risma.

Oleh karena itu, lanjut Risma, nilai yang baik itu adalah nilai manusia secara utuh. Artinya, dia mendapatkan nilai terbaik di sekolah dan juga menghormati orang lain, terutama orang tua dan guru-gurunya.

“Itu menurut saya jauh lebih penting, karena akan berpengaruh suatu saat kelak apabila dia menjadi seorang pemimpin,” kata Risma.

Risma menambahkan, pemimpin itu tidak mesti menjadi bupati atau pun wali kota. Namun bisa juga menjadi direktur di suatu perusahaan atau pimpinan di suatu instansi atau lembaga. Karena dia sudah terbiasa menghormati orang lain, maka ketika menjadi pimpinan, dia akan tetap menghormati orang lain, termasuk bawahannya.

“Kalau tidak belajar menghormati dan menghargai orang lain, maka dia tidak akan pernah menjadi pemimpin yang baik. Jadi, mulai sekarang, nilai bagus itu bukan hanya sekedar nilai mata pelajaran, tapi nilai dalam kehidupannya juga harus baik,” ujar Risma.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA