Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

TKN: AHY Cocok Jadi Menteri Jokowi

Jumat 03 May 2019 18:54 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Andri Saubani

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
AHY dinilai lebih bijak dibandingkan dengan mereka yang kerap berteriak people power.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim pemenangan Joko Widodo-Maruf Amin menyebut Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pantas menjadi pembantu presiden Jokowi. AHY dinilai jauh lebih bijak dan bertanggung jawab meski masih muda dibanding mereka yang kerap berteriak people power.

Baca Juga

"Cocoklah," kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja (KIK) Irma Suryani Chaniago melalui pesan singkat di Jakarta, Jumat (3/5).

Namun, Irma tidak bisa mengatakan posisi yang cocok diisi oleh putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia menyerahkan sepenuhnya posisi itu pada Presiden Jokowi.

Pernyataan itu dilontarkan Irma menyusul pertemuan AHY dengan Jokowi di Istana Negara. Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) itu mengatakan, pertemuan tersebut sekaligus membuka peluang partai berlambang bintang mercy itu ke koalisi partai pendukung Jokowi.

Demokrat, Irma menilai, merupakan salah satu contoh partai yang rasional. Mereka, dia melanjutkan, lebih mementingkan Indonesia dari pada sekedar syahwat politik yang tidak didasarkan pada data dan fakta.

Wakil Sekretaris TKN KIK Verry Surya Hendrawan mengatakan, sejauh ini koalisi dan Jokowi belum mendiskusikan secara rinci terkait pembagian jatah kursi menteri. Dia mengatakan, bahasan terkait anggota kabinet pemerintahan baru sebatas hal bersifatnya normatif bahwa posisi pembantu presiden akan diisi dengan anak-anak muda dan wajah-wajah 'segar' sehingga bersifat dinamis serta mampu mengikuti irama kerja kepala negara.

Meski terbilang muda, Verry mengatakan, AHY juga belum diusulkan dalam posisi menteri apa pun. Dia melanjutkan, pembahasan menteri belum mengerucut pada penyebutan nama. Lagipula, dia melanjutkan, posisi menteri merupakan prerogatif presiden.

"Jadi mengenai nama tentu itu belum dan masih cukup dini untuk kita bahas. Kami boleh mengusulkan nama tapi tentu saja presiden yang menetukan," katanya.

Seperti diketahui, AHY melakukan pertemuan tertutup dengan presiden di Istana Negara, Kamis (2/5) sore. Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat itu mengaku datang atas undangan oleh Jokowi.

Usai pertemuan, AHY mengungkapkan jika dirinya dan Jokowi membahas situasi politik pascapemilu. Keduanya pun berharap agar masyarakat dapat tenang dan sabar menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU. Ia juga mengajak masyarakat agar mampu bersikap dewasa dalam melaksanakan demokrasi.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA