Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Senin, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 Februari 2020

Dedi Mulyadi Raih Suara Tertinggi Caleg DPR RI Golkar Jabar

Jumat 03 Mei 2019 20:45 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Andi Nur Aminah

Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.

Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi.

Foto: Republika/Ita Nina Winarsih
Dedi meraih 205.260 suara berdasarkan penghitungan C1 internal.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dedi Mulyadi berpotensi meraih suara tertinggi di antara calon anggota legislatif DPR RI dari Partai Golkar di Jawa Barat pada Pemilu Legislatif 2019. Berdasarkan penghitungan C1 yang dilakukan internal, mantan bupati Purwakarta itu meraih 205.260 suara.

Baca Juga

Menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Golkar Jawa Barat MQ Iswara, pihaknya telah mengumpulkan hasil penghitungan dari setiap PPK (panitia pemilihan kecamatan). Namun, pihaknya baru menyelesaikan rekapitulasi suara Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu.

"Memang dari caleg lain belum. Tapi ada kemungkinan Pak Dedi berpotensi raih suara tertinggi caleg dari Golkar di Jawa Barat," ujar Iswara kepada wartawan di Bandung, Jumat (3/5).

Iswara memastikan, pihaknya akan segera merampungkan penghitungan untuk calegnya yang lain. "Yang lain sekarang sedang diselesaikan," katanya.

Di tempat yang sama, Dedi Mulyadi mengaku berat dalam menjalani pemilu legislatif ini. Sebab, selain untuk kampanye dirinya, ia pun harus menggenjot pasangan Joko Widodo-Maruf Amin pada Pemilu Presiden 2019 yang diselenggarakan berbarengan.

"Beruntung mendapat suara segini. Ini hasil berkomunikasi dengan masyarakat," kata Dedi yang berada di daerah pemilihan Purwakarta, Karawang, dan Kabupaten Bekasi.

Dedi melihat, saat ini masyarakat Jabar punya kecerdasan dalam memilih calon legislatif. Hal itu, terlihat dari hasil perolehan suara di berbagai tingkat yang berbeda-beda. Misalnya, di Purwakarta perolehan suara DPR RI nya mencapai 173 ribu. DPRD Kabupaten hanya 106 dan DPRD Provinsi hanya 103 ribu. "Jadi, aspek ketokohan sangat berpengaruh pada pilihan masyarakat," katanya. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA