Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Kamis, 3 Rajab 1441 / 27 Februari 2020

Saksi 02 Tolak Tanda Tangani Hasil Rekapitulasi Kota Malang

Ahad 05 Mei 2019 02:37 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengenakan busana tradisional dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17, Sukoharjo, Malang, Jawa Timur, Kamis (25/4/2019).

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) mengenakan busana tradisional dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 17, Sukoharjo, Malang, Jawa Timur, Kamis (25/4/2019).

Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Di Kota Malang, pasangan Prabowo-Sandi kalah dari pasangan Jokowi-Maruf.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Saksi dari pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tidak menandatangani hasil rekapitulasi tingkat kota yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang. Di Kota Malang, pasangan Prabowo-Sandi kalah dari pasangan Jokowi-Maruf.

Saksi Paslon nomor urut 02 Sugeng di Kota Malang, Sabtu (4/5), menyatakan, bahwa dirinya tidak menandatangani hasil rekapitulasi tersebut dikarenakan adanya instruksi dari Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Provinsi Jawa Timur. "Kami ada instruksi dari DPD Jawa Timur, kami mengikuti instruksi tersebut," kata Sugeng, di sela-sela Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019, di Kota Malang, Sabtu.

Sugeng menambahkan, dalam pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka tersebut sesungguhnya tidak ada masalah yang berarti dan berjalan dengan lancar. Namun, dikarenakan adanya instruksi dari DPD Jawa Timur tersebut, Sugeng tidak menandatangani hasil pleno yang dirampungkan selama dua hari itu.

"Kami mengikuti dengan baik. Pelaksanaan biasa saja, tidak ada masalah dalam pelaksanaan pleno itu," ujar Sugeng.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang Zaenudin menyatakan, saksi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 02 tidak menandatangani hasil rekapitulasi tingkat kota yang dilaksanakan pada 3-4 Mei 2019. Zaenudin menyatakan, hal tersebut bukan merupakan masalah, karena sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 4 tahun 2019, hal tersebut merupakan hak dari peserta Pemilu. Pihak KPU Kota Malang, memberikan formulir keberatan.

"Sesuai peraturan tidak masalah, proses rekapitulasi tetap berjalan dan setelah selesai di Kota Malang, akan langsung diproses untuk rekapitulasi tingkat provinsi," ujar Zaenudin.

Pada Pemilu 2019 di Kota Malang, Jawa Timur, pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo dan KH Maruf Amin unggul dari pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. Berdasarkan hasil Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kota Malang, pasangan calon nomor urut 01 mendapatkan total suara sebanyak 345.695 suara, sementara pasangan calon nomor urut 02 mendapatkan 168.001 suara.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA