Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Friday, 19 Rabiul Akhir 1442 / 04 December 2020

Jokowi-Maruf Menang Telak di Hong Kong

Ahad 05 May 2019 15:20 WIB

Red: Ratna Puspita

Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu serentak 2019 Luar Negeri di gedung KPU, Jakarta, Ahad (5/5).

Rapat Pleno Rekapitulasi Suara Pemilu serentak 2019 Luar Negeri di gedung KPU, Jakarta, Ahad (5/5).

Foto: Republika/Prayogi
PDIP meraih suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2019 di Hong Kong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menang telak atas pesaingnya pasangan kandidat nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di Hong Kong. Perolehan suara pasangan calon nomor urut 01 sebesar 38.945 suara, sementara pasangan calon nomor urut 02 sebesar 5.967 suara.

Hasil tersebut berasal dari total suara sah yang berjumlah 44.912 surat suara. "Untuk suara tidak sah berjumlah 1.598 surat suara," kata Ketua Panitia Penyelenggara Luar Negeri (PPLN) Hong Kong, Suganda Supranto, saat membacakan hasil rekapitulasi dalam formulir model DA I Luar Negeri di Kantor KPU, Jakarta, Ahad (5/5).

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) meraih suara terbanyak dalam Pemilu Legislatif 2019 di Hong Kong dengan 20.064 suara. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menciptakan kejutan dengan menduduki peringkat kedua dengan 4.507 suara, sementara Partai Kebangkitan Bangsa menyusul di peringkat ketiga dengan 3.903 suara.

Baca Juga

Pemilu Legislatif 2019 di Hong Kong diikuti 45.765 pemilih dari 181.009 WNI yang terdaftar sebagai pemilih, di antaranya 40.179 suara dinyatakan sah dan 5.586 suara tidak sah.

Suganda mengatakan, jumlah warga negara Indonesia (WNI) di Hong Kong yang terdaftar sebagai pemilih sebanyak 181.009 pemilih dari Daftar Pemilih Tetap (DPT), pemilih tambahan (DPTb) dan pemilih kategori khusus (DPK). Namun, kata dia, kurang dari 50 persen dari total pemilih yang terdaftar yang menggunakan hak suaranya.

Menurut Suganda, minimnya angka partisipasi pemilih di Hong Kong disebabkan padatnya jadwal kerja WNI yang mayoritas berprofesi sebagai buruh migran. Selain itu, adanya angin kencang yang melanda Hong Kong dalam beberapa waktu terakhir.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA