Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Satu Terduga Teroris di Kota Bekasi Meledakan Diri

Ahad 05 May 2019 15:46 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Esthi Maharani

Pewarta mengabadikan toko yang terpasang garis polisi pasca penggerebekan terduga pelaku teroris, di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad (5/5/2019).

Pewarta mengabadikan toko yang terpasang garis polisi pasca penggerebekan terduga pelaku teroris, di kawasan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Ahad (5/5/2019).

Foto: Antara/Risky Andrianto
Dua orang terduga teroris ditangkap namun salah satunya meledakkan diri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dua orang terduga teroris kembali diringkus Densus 88 Antiteror di wilayah Jatibening, Kota Bekasi, Jawa Barat, Ahad (5/5). Satu di antaranya meninggal dunia dengan cara meledakkan diri saat akan ditangkap.

"Iya, hari ini dua orang (terduga teroris ditangkap). Satu ditangkap hidup, satu saat mau ditangkap, meledakkan diri sehingga meninggal dunia," kata Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Indarto saat dikonfirmasi, Ahad (5/5).

Penangkapan kedua terduga teroris di wilayah Jatibening, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi tersebut, kata Indarto, merupakan pengembangan terhadap pengungkapan kasus terorisme di Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5) kemarin.

"Terkait penangkapan yang dilakukan Densus (hari ini), ada hubungannya dengan pengembangan di Babelan," ujar Indarto.

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, Sabtu (4/5).

Sebelumnya diberitakan, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan penggerebekan terduga teroris di RT 11 RW 04, Desa Kedung Pengawas, Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (4/5). Dari penggerebekan itu, jajaran Polri mengamankan tiga terduga teroris. Ketiga teroris tersebut berencana melakukan aksi penyerangan kepada polisi saat pemilu berlangsung. Hal itu juga dibenarkan oleh Karopenmas Div Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo.

"Mereka akan melakukan amaliah dengan sasaran anggota Polri saat Pemilu. Saat ini kasus tersebut dalam pengembangan oleh tim gabungan," ujar Dedi saat dikonfirmasi, Sabtu (4/5).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA