Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Wednesday, 2 Rajab 1441 / 26 February 2020

Jawab Andi Arief, BPN: Jangan Sampaikan Kritik di Medsos

Senin 06 May 2019 19:32 WIB

Rep: Bambang Noroyono / Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Ahad (17/3).

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Ahad (17/3).

Foto: Ronggo Astungkoro/Republika
Andre meminta partai koalisi agar menyampaikan kritik melalui forum internal.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, melontarkan kritik terhadap kader Partai Demokrat Andi Arief yang menyampaikan pernyataan tentang koalisi pendukung pasangan calon nomor 02 di media sosial. Andre meminta para kader partai peserta koalisi Adil dan Makmur agar menyampaikan kritik kongsi politik lewat forum internal.

Baca Juga

Ia mengatakan para kader partai koalisi pengusung Prabowo-Sandiaga tak semestinya menyampaikan kritik lewat saluran-saluran pribadi. Sebab, etika berpolitik menuntut para kader untuk tetap saling percaya dan bukan menyampaikan kritik dan pernyataan melalui kanal-kanal yang tak resmi.

“Harapan saya, kalau ada pertanyaan, kritik, dan lainnya, lebih baik disampaikan lewat forum formal di internal. Bukan menyampaikannya lewat medsos (media sosial) pribadi,” ujar Andre saat dihubungi dari Jakarta, Senin (6/4).

Andre mengatakan pernyataan Andi Arief mengenai setan gundul di media sosial merupakan kritik. Akan tetapi, ia menerangkan, kritik tersebut menjadi tidak elok karena memunculkan anggapan mengenai soliditas koalisi. 

Andre mengatakan, alangkah baiknya jika kritik tersebut disampaikan lewat forum internal di BPN. Sebab selama ini, dia mengatakan, para kader partai peserta koalisi kerap memberikan kritik dan masukan untuk kemenangan Prabowo-Sandi, termasuk kader dari Demokrat. 

“Partai Demokrat ini kan salah satu dari koalisi. Mereka juga ikut memimpin di BPN. Lima partai di BPN (Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, Berkarya),” sambung Andre.

Andre menambahkan, sampai hari ini, Partai Demokrat masih menyatakan diri bagian dari koalisi Adil dan Makmur. “Kritik saran dari mereka, selalu didengarkan,” ujar Andre.

Baru-baru ini, Andi Arief lewat cicitannya di media sosial menuding adanya kelompok politik di internal Prabowo-Sandiaga yang memberi masukan dan arahan keliru terhadap pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Andi Arief menyebut kelompok politik tersebut sebagai Setan Gundul.

Menurut Andi Arief, Setan Gundul, mendominasi langkah politik Prabowo-Sandiaga. Andi Arief mengatakan, kelompok Setan Gundul elemen irasional di kubu Prabowo-Sandiaga.

Bahkan, Andri Arief menuding kelompok itu sebagai pemasok angka sesat tentang kemenangan Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019. Andi Arief mengingatkan Prabowo-Sandiaga agar hanya mendengar masukan dan pikiran dari partai-partai peserta koalisi. Koalisi Adil dan Makmur, terdiri dari Gerindra, PKS, PAN, Demokrat, dan Berkarya. 

Namun, Andi Arief mengatakan, jika dominasi kelompok Setan Gundul bertahan, Partai Demokrat akan menarik diri. “Jika Pak Prabowo lebih memilih mensubordinasikan koalisi dengan kelompok Setan Gundul, Partai Demokrat akan memilih jalan sendiri yang tidak khianati rakyat,” begitu cuit Andi Arief, Senin (6/5).

Akan tetapi, Andi Arief dalam cuitannya tersebut, tak menjelaskan siapa kelompok Setan Gundul yang ia anggap mendominasi langkah politik Prabowo-Sandiaga.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA