Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Saturday, 19 Rabiul Awwal 1441 / 16 November 2019

Ferdinand: Cicitan Andi Berarti 02 tak Mungkin Menang 62%

Senin 06 May 2019 19:42 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Muhammad Hafil

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferdinand Hutahahean

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Ferdinand Hutahahean

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Tak mungkin Prabowo menang 62 persen karena masih kalah secara nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Demokrat Ferdinand Hutahean mengatakan, kecil kemungkinan bagi pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno bisa menang hingga 62 persen. Dia mengatakan, ini mengigat pasangan calon (paslon) 02 yang masih kalah di beberapa provinsi secara nasional.

"Tidak mungkin Prabowo menang 62 persen. Dia membandingkan kemenangan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) di 2009 ya," kata Ferdinand di Jakarta, Senin (6/5).

Pernyataan itu dilontarkan Ferdinand menyusul cicitan Wakil Sekretaris Jendral Demokrat Andi Arief yang menyebut banyak 'setan gundul' di sekeliling Prabowo. Mereka kemudian memberikan informasi keliru kepada ketua umum Gerindra tersebut.

Ferdinand mengatakan, SBY menang telak di banyak provinsi termasuk di Jawa dan Sumatera pada pemilu 2009 lalu. Dia melanjutkan, meski mengantongi banyak keunggulan namun SBY hanya mendapatkan 60 persen suara secara keseluruhan.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) itu mengungkapkan, kondisi berbeda diterima Prabowo dalam pemilu kali ini. Dia mengatakan, calon presiden (capres) penantang saat ini kalah perolehan suara di sebagian besar Jawa.

Cicitan Andi, Ferdinand menjelaskan, berdasarkan logika perhitungan yang benar. Dia mengatakan, secara hitung-hitungan, Prabowo tidak mungkin mencapai 62 persen kalau mengalami kekalahan suara di Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Yogyakarta.

"Kalau SBY kan semua Jawa menang. Dia hanya menang 60 persen, sekarang kok bisa Prabowo kalah di sebagian besar jawa tapi mengklaim diri menang 62 persen. Itulah yang dianggap ada pihak setan gundul yang memberi info tak akurat yang membuat Prabowo salah langkah dan blunder dalam mengambil langkah," katanya.

Sebelumnya, Andi Arief kembali menyinggung situasi di dalam koalisi kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kali ini, Andi menyebut, 'banyak setan gundul' di dalam koalisi.

Andi tak menyebut jelas pihak yang dimaksud dengan 'setan gundul' dalam koalisi Prabowo-Sandi. Yang jelas, kata Andi, kelompok ini telah menyesatkan Prabowo dengan menyebut telah menang 62 persen di Pilpres 2019.

Baca Juga

"Dalam koalisi adil makmur ada Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, Berkarya, dan rakyat. Dalam perjalanannya muncul elemen setan gundul yang tidak rasional, mendominasi dan cilakanya Pak Prabowo mensubordinasikan dirinya. Setan Gundul ini yang memasok kesesatan menang 62 persen," kata Andi Arief melalui akun Twitter miliknya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA