Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Gubernur NTB: Industrialisasi Harus Segera Terwujud

Rabu 08 May 2019 01:58 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Hasanul Rizqa

Gubernur NTB Zulkieflimansyah

Gubernur NTB Zulkieflimansyah

Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Gubernur Zulkieflimansyah mengakui, tantangan mewujudkan industrialisasi tak mudah

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM -- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah menegaskan salah satu masalah mendasar yang harus disegerakan di provinsi tersebut. Hal itu bertujuan membangkitkan perekonomian di NTB, yang sempat diterpa pelbagai musibah besar pada tahun lalu, semisal gempa bumi.

Baca Juga

Menurut sosok yang akrab disapa Zul itu, industrialisasi menjadi agenda mendesak yang mesti diwujudkan dalam waktu dekat. Dengan industrialisasi, perekonomian warga NTB dapat bangkit.

"Impornya masih lebih besar daripada ekspor. Bagaimana kita mau kuat? Industrialisasi harus segera hadir di NTB. Jika kita impor terus, kita tidak akan bisa maju," kata Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah dalam acara "Ngaji Bareng Gubernur" di Ruang Serbaguna Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Mataram, Selasa (7/5).

"Industrialisasi harus bisa segera hadir di NTB. Jika industrialisasi bisa dilaksanakan di NTB, ini tamparan bagi pemerintah pusat," sambung dia.

Zul menyampaikan, salah satu fokus utama Pemerintah Provinsi NTB saat ini ialah mengangkat perekonomian warga dengan industrialisasi. Bagaimanapun, dia mengakui upaya-upaya yang gigih perlu dilakukan. Tantangan mewujudkan industri yang maju di provinsi tersebut kian besar.

"Industrialisasi pahit dan susah, namun kita harus mulai, untuk mewujudkan NTB yang lebih sejahtera," terang Zul.

Dia pun berharap organisasi perangkat daerah (OPD) di NTB membuat kajian statistik dan mengetahui tanggung jawab masing-masing dalam menghadirkan industrialisasi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA