Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Minggu, 23 Muharram 1441 / 22 September 2019

Jokowi Menimbang Kaltim dan Kalteng Jadi Lokasi Ibu Kota

Rabu 08 Mei 2019 15:13 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Nur Aini

Presiden Joko Widodo bersiap menaiki helikopter saat meninjau salah satu lokasi calon ibu kota negara di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019).

Presiden Joko Widodo bersiap menaiki helikopter saat meninjau salah satu lokasi calon ibu kota negara di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5/2019).

Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay
Jokowi meninjau lokasi calon ibu kota baru di Kaltim dan Kalteng.

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKARAYA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru saja merampungkan kunjungan kerjanya di Pulau Kalimantan sejak Selasa (7/5). Dalam dua hari ini, Presiden berkunjung ke Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk meninjau lokasi calon ibu kota baru pemerintahan RI. 

Di Kaltim, Jokowi mengunjungi Bukit Soeharto yang terletak di antara Kota Balikpapan dan Samarinda. Sementara di Kalteng, Presiden mendatangi Bukit Nyuling di Kabupaten Gunung Mas, 3,5 jam perjalanan darat dari Kota Palangkaraya. Jokowi juga menyempatkan meninjau Kabupaten Katingan dan Kota Palangkaraya dari udara. 

Baca Juga

Lantas dari kedua provinsi yang dijagokan menjadi kawasan ibu kota baru tersebut, mana yang dipilih Jokowi?

photo

Presiden Jokowi meninjau lokasi calon ibu kota baru di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5).

Presiden menjawab, baik Kaltim dan Kalteng memiliki sisi plus dan minus bila dipilih sebagai ibu kota baru. Bukit Soeharto di Kaltim misalnya, memiliki kelengkapan infrastruktur yang mumpuni. Lokasi itu diapit dua kota terbesar di Kaltim dan sebentar lagi jalan tol Balikpapan-Samarinda juga akan terhubung. Belum lagi, Kaltim memiliki fasilitas pelabuhan dan bandara yang memadai. Namun dari sisi lahan, Kaltim masih terbatas. 

Sebaliknya dengan calon ibu kota di Gunung Mas, Kalteng. Jokowi menyebutkan, Kalteng dianggap paling siap bila dilihat dari kesiapan lahan. Bahkan, Pemprov Kalteng sudah menyiapkan 300 ribu hektare lahan yang siap dijadikan ibu kota pemerintahan RI. Bila kurang pun, ujar Jokowi, pemda masih bersedia menambah luasan lahan. 

Namun, menurut Jokowi lokasi-lokasi baru di Kalteng punya sisi minus, yakni keterbatasan infrastruktur. Di Gunung Mas misalnya, lokasinya berada cukup jauh dari kota besar dan bandara terdekat. Bahkan Jokowi menilai, perlu pembangunan infrastruktur dari nol bila Gunung Mas terpilih sebagai ibu kota baru. 

"Semuanya ada plus minusnya-lah. Semua ada plus minus. Nggak mungkin semuanya plus, nggak mungkin. Minus semuanya juga nggak mungkin. Karena sebelumnya kan sudah ada kajian besarnya dulu," katanya. 

Selain Kaltim dan Kalteng, sebetulnya masih ada kandidat ibu kota lainnya yakni Kalimantan Selatan. Namun, Jokowi mengaku peninjauan ke Kalsel belum akan dilakukan dalam waktu dekat. Penjelasan Jokowi mengenai opsi Kaltim dan Kalteng menunjukkan bahwa pemerintah belum punya lokasi pasti di mana ibu kota pemerintahan akan dibangun. 

"Nanti tim besarnya akan ke sini lagi. Dihitung kemudian baru setelah matang dan terencana secara detail diserahkan kepada saya. Nah dari situlah kita memutuskan," kata Presiden.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA