Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tuesday, 18 Muharram 1441 / 17 September 2019

Tinjau Calon Ibu Kota di Kalteng, Jokowi: Saya Dapat Feeling

Rabu 08 May 2019 13:52 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Andi Nur Aminah

Presiden Jokowi meninjau lokasi calon ibu kota baru di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5).

Presiden Jokowi meninjau lokasi calon ibu kota baru di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, Rabu (8/5).

Foto: Republika/Sapto Andika Candra
Jokowi mencapai lokasi dengan menumpangi helikopter dari Kota Palangkaraya.

REPUBLIKA.CO.ID, GUNUNG MAS -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau lokasi calon ibu kota baru pemerintahan RI yang terletak di Bukit Nyuling, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Jokowi mencapai lokasi dengan menumpangi helikopter dari Kota Palangkaraya.

Bila melalui moda transportasi darat, Bukit Nyuling bisa dicapai dalam waktu 3,5 jam berkendara dari ibu kota provinsi Kalteng. Usai melihat-lihat lokasi dan menerima paparan dari Gubernur Kalteng Sugianto Sabran, Jokowi sempat berdiskusi dengan sejumlah menteri Kabinet Kerja yang ikut dalam rombongan.

Baca Juga

Lokasi yang dikunjungi Jokowi memang merupakan wilayah baru yang belum padat penduduk. Berdasarkan catatan Kecamatan Manuhing, titik yang ditinjau Presiden hanya berpenduduk 10 ribu jiwa.

Kepada wartawan pun, Jokowi mengaku mendapat feeling tentang pemilihan Bukit Nyuling sebagai lokasi ibu kota baru. "Nemu. Saya nemu feeling-nya," ujar Jokowi usai meninjau lokasi, Rabu (8/5).

Total area yang disiapkan Pemkab Gunung Mas sendiri mencapai 121 ribu hektare, meliputi dua kecamatan yakni Manuhing dan Manuhing Raya. Jokowi memandang nilai plus dari Kalimantan Tengah terkait pemilihan lokasi ibu kota baru adalah ketersediaan lahan yang luas. "Kalau dari sisi keluasan, di sini mungkin paling siap. Mau minta 300 ribu hektare ya siap di sini. Kalau kurang masih tambah lagi juga siap," kata Jokowi.

Namun perkara ketersediaan lahan bukan satu-satunya perkara yang dipertimbangkan pemerintah. Presiden mengingatkan, masih banyak hal yang perlu dilihat lagi seperti kesiapan infrastruktur, kebencanaan, hingga kondisi sosial masyarakat.

Khusus Bukit Nyuling misalnya, Jokowi menyebutkan lokasi tersebut tidak rawan bencana. Namun di sisi lain, kawasan Bukit Nyuling masih jauh dari kesiapan infrastruktur. "Urusan banjir mungkin di sini tidak, ya kan? Urusan gempa di sini tidak. Tapi kesiapan infrastruktur harus dimulai dari nol lagi. Ya kan?" kata Jokowi.

Presiden pun meminta masyarakat untuk menunggu. Ia menambahkan, saat ini Bappenas dan kementerian lain terkait sedang merampungkan kajian lapangan soal lokasi ibu kota baru.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA