Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Friday, 27 Jumadil Akhir 1441 / 21 February 2020

Bawaslu Minta Jajarannya Siap Kawal Rekapitulasi Pemilu

Kamis 09 May 2019 16:04 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny / Red: Ratna Puspita

Anggota Bawaslu, Mochamad Afifuddin, saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Bawaslu, Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (15/5). Bawaslu duga KPU Jawa Barat Kecolongan soal insiden kaos #2019GantiPresiden saat debat publik pada Senin (14/5) malam.

Anggota Bawaslu, Mochamad Afifuddin, saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Bawaslu, Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (15/5). Bawaslu duga KPU Jawa Barat Kecolongan soal insiden kaos #2019GantiPresiden saat debat publik pada Senin (14/5) malam.

Foto: Republika/Dian Erika Nugraheny
KPU menjadwalkan rekapitulasi hasil pemilu nasional mulai Jumat (10/5) besok.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Mochamad Afifuddin, meminta jajarannya untuk bersiap mengawal rekapitulasi hasil Pemilu 2019 tingkat nasional. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadwalkan rekapitulasi hasil pemilu nasional mulai Jumat (10/5).

Baca Juga

Menurut Afif, berdasarkan pantauan Bawaslu setidaknya ada lima provinsi yang saat ini sudah selesai 100 persen untuk rekapitulasi hasil pemilu nasional. Provinsi yang sudah rampung, yakni Gorontalo, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

"Mungkin jumlahnya nanti bisa bertambah lagi," ujar Afif ketika dijumpai wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Karena itu, jajaran Bawaslu dan pengawas dari lima provinsi di atas sudah diminta untuk hadir di Jakarta. Pada Jumat, mereka akan mengikuti jalannya rekapitulasi hasil pemilu nasional di Kantor KPU RI.  

Afif melanjutkan, saat inu juga sudah ada sejumlah provinsi dengan tingkat rekapitulasi hasil pemilu di atas 50 persen. Beberapa di antaranya yakni Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kalimantan Barat dan Bengkulu.  

"Kalau memang benar daerah-daerah tersebut sudah selesai, maka bisa segera melakukan rekapitulasi nasional di KPU. Tapi ini juga tergantung KPU sebagai pengampu utama. Rekan-rekan Bawaslu daerah sudah kami undang untuk datang besok untuk konsolidasi dulu," papar Afif.  

Hal itu juga termasuk para pengawas yang bertugas melakukan pengecekan terhadap data mentah hasil rekapitulasi pemungutan suara pemilu dalam formulir C1. Bawaslu meminta kesiapsiagaan jajarannya di provinsi untuk bisa segera merapat ke Jakarta.  

"Kami pun berharap rekapitulasi hasil pemilu tingkat nasional besok bisa berlangsung lancar. Jika ada koreksi itu adalah bagian dari meyakinkan semua pihak bahwa proses rekapitulasi ini transparan. Koreksi kan dilakukan atas mekanisme check and recheck atas misalnya kecurigaan atau ketidakyakinan terhadap data-data dan itu mekanismenya di forum terbuka nanti," tegas Afif. 

Sementara itu, terkait adanya rencana demonstrasi di depan Kantor KPU yang juga akan digelar pada Jumat, Afif menyatakan tidak khawatir berpotensi mengganggu rekapitulasi. Sebab, rapat pleno rekapitulasi hasil pemilu dilakukan di dalam area Kantor KPU. 

"Demonstrasikan semestinya sudah ditangani pihak keamanan. Kita tidak secara langsung berurusan. Kedua, seperti kemarin-krmarin kan selalu ada demonstrasi terus ya. Paling problemnya hanya ada suara-suara yang bising saja, mengganggu di bawah. Selebihnya semua pihak sudah berbagi peran.  Pihak keamanan yang sudah harus mengurusi itu, menjaga semuanya. Kita plenonya bisa tetap jalan," tambah Afif. 

Seblumnya, Komisioner KPU, Iham Saputra, mengatakan pihaknya telah menyelesaikan penetapan hasil rekapitulasi perolehan suara tingkat provinsi di lima daerah. Pada Jumat, KPU akan mulai melaksanakan rekapitulasi nasional hasil Pemilu 2019 tingkat provinsi. 

"Besok insyaallah kami akan mulai rekapitulasi tingkat nasional. Saat ini ada lima provinsi yang sudah selesai melaksanakan rekapitulasi hasil pemilu, yakni Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Utara, Bali dan Kalimantan Tengah," ujar Ilham kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis.

Menurut Ilham, rekapitulasi hasil pemilu nasional pada Jumat besok tidak akan dipisahkan untuk hasil pilpres dan pileg DPR RI.  Kedua hasil pemilu tersebut akan digabungkan rekapitulasinya hingga untuk setiap provinsi.  

"Akan dilakukan sebagaimana rekapitulasi hasil pemilu di luar negeri. Sebab harus seragam pendataan administrasinya," tegas Ilham.  

Sebagaimana diketahui, tahapan rekapitulasi di tingkat kecamatan berlangsung dari 18 April-4 Mei 2019. Setelah itu, dilanjutkan rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota yang sudah dimulai 22 April sampai 7 Mei 2019.

Jika rekapitulasi di tingkat kabupaten/kota selesai, langsung dilanjutkan ke tingkat provinsi yang sudah dibuka tahapannya pada 22 April-7 Mei 2019. Terakhir rekapitulasi tingkat nasional pada 25 April-22 Mei 2019.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA