Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Satgas Pangan Turun ke Pasar Pantau Harga Kebutuhan Pokok

Kamis 09 May 2019 19:11 WIB

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Christiyaningsih

Pengunjung berbelanja kebutuhan pokok, bermacam sayuran dan buah-buahan jelang Ramadhan, di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Ahad (5/5).

Pengunjung berbelanja kebutuhan pokok, bermacam sayuran dan buah-buahan jelang Ramadhan, di Pasar Kosambi, Kota Bandung, Ahad (5/5).

Foto: Republika/Edi Yusuf
Satgas Pangan Polres Salatiga melakukan sidak memantau harga kebutuhan pokok.

REPUBLIKA.CO.ID, SALATIGA -- Satgas Pangan Polres Salatiga melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Salatiga. Sidak digelar guna memastikan stok dan ketersediaan berbagai barang kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) selama Ramadahan 1440 Hijriyah.

Dari sidak ke pasar tradisional kali ini, Satgas Pangan Polres Salatiga ini mengungkap harga barang-barang kepokmas masih cukup stabil. Akan tetapi, harga komoditas tertentu terpantau masih melambung.

“Bawang putih harganya masih cukup tinggi meski sudah ada penurunan harga,” ungkap Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono yang dikonfirmasi usai sidak, Kamis (9/5). 

Saat ini, jelasnya, harga bawang putih di beberapa pasar tradisional di Kota Salatiga memang berangsur-angsur mengalami penurunan. Hari ini harga bawang putih rata-rata berada di kisaran Rp 60 ribu per kilogram.

Kendati terhitung masih cukup tinggi daripada harga normal yang hanya berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram, harga bawang putih hari ini telah mengalami penurunan. “Empat atau tiga hari lalu harga bawang putih masih cukup tinggi, bahkan di Kota Salatiga ini menyentuh Rp 70 ribu per kilogram,” ujarnya.

Di luar komoditas bawang putih, harga barang kepokmas yang terpantau melonjak adalah gula pasir. Gula pasir rata-rata mengalami kenaikan Rp 1.000 rupiah per kilogram.

Sebelumnya, harga gula pasir di pasar tradisional hanya berkisar Rp 12 ribu per kilogram. Hari ini para pedagang umumnya sudah menjual komoditas gula pasir dengan harga Rp 13 ribu per kilogram.

Namun, kenaikan harga gula pasir ini disebut masih cukup wajar. Pada Ramadhan seperti sekarang ini, kebutuhan dan permintaan dari masyarakat memang mengalami peningkatan.

“Namun, dari sidak di pekan pertama bulan Ramadhan kali ini, secara umum harga dan stok kepokmas, baik sembako hingga daging ayam maupun daging sapi, terpantau masih cenderung stabil,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, sidak Satgas Pangan di sejumlah pasar tradisional di Kota Salatiga ini tak hanya memantau langsung situasi harga kepokmas. Sidak juga untuk memastikan tidak ada pedagang atau tengkulak yang memainkan harga dengan memanfaatkan momentum Ramadhan.

“Selain Polres Salatiga, sidak kali ini juga melibatkan Satgas Pangan Kota Salatiga yang terdiri atas Dinas Perdagangan dan Satpol PP Kota Salatiga,” ujarnya.

Perihal lonjakan harga gula pasir diamini oleh sejumlah pedagang yang dikonfirmasi di beberapa pasar tradisional di Kota Salatiga. Mariyono, pedagang di Pasar Raya Salatiga, mengakui, kenaikan harga gula pasir dikarenakan permintaan atau pembeli selama Ramadhan tengah mengalami lonjakan.

“Kalau pada hari biasanya warga membeli gula pasir hanya untuk kebutuhan sendiri, kali ini mereka juga banyak yang mremo menjual berbagai minuman segar atau takjil untuk berbuka puasa,” kata pria 48 tahun tersebut.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA