Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Saturday, 26 Rabiul Awwal 1441 / 23 November 2019

Demo Bawaslu, Eggi Klaim Bawa Bukti Dugaan Kecurangan Pemilu

Jumat 10 May 2019 01:07 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Andri Saubani

 Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana saat demonstrasi di Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Mantan Kepala Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dan Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana saat demonstrasi di Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Foto: Flori Sidebang
Polisi tidak mengizinkan Eggi Sudjana masuk ke kantor Bawaslu RI.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Massa yang tergabung dalam Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) melakukan unjuk rasa di depan kantor Bawaslu, Thamrin Jakarta Pusat, Kamis (9/5). Unjuk rasa tersebut menuntut agar capres nomor urut 01 Joko Widodo-Maruf Amin didiskualifikasi dari pemilu 2019 karena adanya dugaan kecurangan.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), eggi sudjana juga hadir dalam aksi tersebut. Ia sempat meminta masuk ke gedung Bawaslu untuk menyampaikan bukti kecurangan yang dimilikinya. Namun, rencananya itu diadang petugas kepolisian yang berjaga dengan alasan tidak memiliki surat izin.

"(Masuk ke Bawaslu) Mau ngomong laporan dong ke Bawalsu, kenapa lu enggak lakukan diskualifikasi atau menegur? Tapi enggak diizinkan polisi, enggak boleh masuk. Masa harus berantem sama polisi, enggak mau saya," kata Eggi kepada wartawan di depan Bawaslu, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Ia menuturkan, ada banyak sekali bukti kecurangan yang ia dapatkan. Salah satunya adalah penemuan surat suara yang telah dicoblos lebih dahulu dari waktu yang telah ditentukan di Malaysia.

"Itu salah satu. Belum lagi yang di Boyolali, Jawa Tengah, di tempat-tempat lain, ada 1.200 kasus. Saya bawa bukti itu, tapi enggak boleh masuk bagaimana," ucapnya.

Eggi menyebut, karena tidak diizinkan masuk, rencanya besok, Jumat (10/5) pihaknya akan kembali melakukan aksi unjuk rasa di Bawaslu dan KPU. Selain melakukan unjuk rasa, aksi besok juga akan mendeklarasikan kemenangan paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Aksi itu, kata dia, akan dimulai dari Masjid Istiqlal setelah shalat Jumat.

"Besok Insya Allah mulai dari Istiqlal. Mudah-mudahan ke dua tempat itu (KPU dan Bawaslu). Menurut agenda yang saya tahu akan mendeklarasikan kemenangan Prabowo-Sandi, lalu mempersoalkan kecurangan yang ada," paparnya.

Terkait masalah surat izin untuk aksi tersebut, Eggi mengatakan, telah diurus oleh pihak lain. Ia menyebut, dirinya tidak mengurusi hal tersebut.

"(Izin demo) sudah diurus yang lain, bukan saya. Saya kan cuma lawyer enggak urus begitu," imbuhnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA