Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Monday, 24 Muharram 1441 / 23 September 2019

Keluarga Alm Sita Fitriati Sebut Info Diracun VX Hoaks

Jumat 10 May 2019 19:54 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Seorang aktivis membawa poster ketika melakukan aksi mendukung Pemilu 2019 anti hoax saat berlangsung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Ahad (10/2/2019).

Seorang aktivis membawa poster ketika melakukan aksi mendukung Pemilu 2019 anti hoax saat berlangsung Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Kawasan Bundaran HI Jakarta, Ahad (10/2/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Alm Sita Fitriati, petugas KPPS di Jawa Barat, disebut-sebut meninggal diracun VX.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Keluarga Sita Fitriati menyebutkan kabar berpulangnya petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tersebut akibat diracun sebagai hoaks. Kakak kandung Sita, Muhamad Rizal Misbahudin, telah melaporkan adanya kabar bohong tersebut ke pihak kepolisian setempat.

"Kami dari pihak keluarga minimal sudah menjelaskan (kepada polisi) bahwa itu hoaks, Kalaupun misalnya ada yang tidak percaya, yang penting kami sudah membuat laporan," kata Rizal di Bandung, Jumat.

Dalam konten hoaks yang beredar di media sosial, menurut Rizal, Sita disebutkan meninggal akibat racun syaraf VX. Racun seperti yang menewaskan Kim Jong-Nam itu merupakan cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat mengganggu sistem sarat tubuh.

Menanggapi kabar tersebut, Rizal mengaku heran. Apalagi, ketika adiknya meninggal, tidak ada pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak medis kepada adiknya.

"Makanya saya juga heran kenapa ini bisa jahat banget orang bikin berita hoaks," kata dia.

Selain itu, menurut Rizal, konten hoaks tersebut juga banyak yang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya. Rizal menyebutkan bahwa adiknya tersebut berusia 23 tahun, sementara pada konten tersebut Sita dikabarkan berusia 21 tahun.

"Fotonya juga bukan adik saya, yang dilingkari itu kebetulan anaknya Pak RW dan itu orangnya masih hidup," kata dia.

Rizal berharap agar peristiwa duka keluarganya tersebut tidak dimanfaatkan oleh sejumlah oknum untuk dipolitisasi.

"Kami kaget, kalau sudah nyampe grup medsos kan berarti sudah menyebar," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA