Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Kivlan Zen Laporkan Balik Pelapornya

Sabtu 11 Mei 2019 18:55 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Muhammad Hafil

Kivlan Zen

Kivlan Zen

Foto: Republika/Aditya Pradana Putra
Pengacara Kivlan Zen melaporkan pelapornya dengan tuduhan pengaduan palsu.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Purnawirawan TNI, Kivlan Zen, telah melaporkan balik pelapornya, Jalaludin, ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri. Kivlan melaporkan Jalaludin dengan tuduhan melakukan pengaduan palsu.

Baca Juga

"Telah resmi kita lapor balik sodara Jalaludin tersebut dengan dasar pasal 220 KUHP jo pasal 317 KUHP dengan dasar keterangan palsu ataupun pengaduan palsu," ujar kuasa hukum Kivlan, Pitra Romadhoni Nasution, di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (11/5). 

Pitra menerangkan, Jalaludin pada laporannya turut menyampaikan video kliennya sedang berorasi yang dianggap mengandung tindakan makar. Menurut Pitra, pada video itu tidak ada sama sekali kandungan makar yang dilakukan oleh kliennya.

"Akan tetapi semua yang diucapkan dia berjalan damai seperti aksi unjuk rasa kemarin pada tanggal sembilan. Nggak ada makar. Makar apaan. Dia unjuk rasa ke KPU-Bawaslu dan itu cuma massanya 200," tuturnya.

Menurutnya, hal tersebut tidak sesuai dengan kriteria makar. Terkait perkataan Kivlan yang menyatakan merdeka, Pitra menerangkan, itu bisa diartikan sebagai merdeka menyuarakan pikiran, pendapat, merdeka dari tekanan, dan merdeka dari hal-hal lainnya.

"Diatur pada UU No. 9/1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat. Jadi semuanya bebas menyatakan pendapat karena itu diatur dalam konstirusi pasal 28e UUD 1945," terang dia.

Laporan Kivlan melalui kuasa hukumnya tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/0460/V/2019/Bareskrim. Jalaludin dilaporkan telah melakukan Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU Nomor 1 Tahun 1946 Pasal 220 KUHP Jo Pasal 317 KUHP.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA