Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Kiai Maruf Tegaskan Indonesia adalah Negara Kesepakatan

Sabtu 11 May 2019 21:00 WIB

Rep: Febryan/ Red: Muhammad Hafil

KH Ma\'ruf Amin

KH Ma\'ruf Amin

Kiai Maruf menghadiri acara tasyakuran kebangsaan yang digelar oleh ISNU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin menghadiri acara Tasyakuran Kebangsaan dan Buka Bersama yang dihelat Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama (ISNU) di Condet, Jakarta Timur, Sabtu (11/5). Dalam tausiyahnya Ketua Dewan Pembina ISNU itu menekankan, Indonesia merupakan negara kesepakatan. Sehingga, semua pihak harus saling menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

"Bagi kita NKRI itu sudah final. Indonesia ini adalah negara kesepakatan yang harus kita jaga," kata Kiai Ma'ruf.

Baca Juga

Kiai Ma'ruf menghadiri acara itu sekitar setengah jam sebelum jam berbuka puasa. Datang dengan mengenakan sarung berwarna merah dan jas berwarna hitam, Ma'ruf langsung disambut ketua umum ISNU Ali Masykur Musa di depan pendopo tempat acara diadakan. Selain ISNU, hadir juga disana Keluarga Alumni Universitas Jember.

Ali Masykur mengatakan, acara itu dihelat sebagai bentuk syukur karena Pemilu 2019 telah berjalan lancar. Selain itu juga bentuk syukur atas perolehan suara sementara yang menunjukkan bahwa KH Ma'ruf Amin sebagai cawapres bersama capres Joko Widodo memenangi perolehan suara.

"Selain buka bersama ini adalah kirim doa untuk keselamatan bangsa. Siapapun yang menang, mereka harus menjadi presiden bagi semua rakyat Indonesia," kata dia. Maka dari itu, sambung Ali, setiap pihak harus siap menerima dengan lapang dada siapapun yang akhirnya dilantik pada 20 Oktober nanti.

Hal senada disampaikan Kiai Ma'ruf dalam tausyiahnya yang berlangsung sekitar 15 menit itu. Ia berharap, tidak ada lagi konflik ketika hasil perhitungan suara sudah diumumkan KPU.

"Terlebih lagi di bulan puasa ini kita harus belajar menahan diri. Maka dari itu (kita) harus menahan diri dari hal-hal yang tidak seusai dengan komitmen kebangsaan kita dan tidak sesuai dengan mekanisme tata negara yang telah disepakati," katanya.

Ia pun sebagai ulama dari organisasi Nahdatul Ulama, menekankan, setiap kader NU siap mengawal bangsa dan negara Indonesia kedepannya. Karena bagi ulama kelahiran Tangerang, Banten itu, hal terpenting sekarang ini adalah bagaimana mengawal NKRI dari upaya-upaya yang tidak seusai kesepakatan.

"Pancasila itu kesepakatan, NKRI itu kesepakatan, dan tata aturan mekanisme (negara) itu juga kesepakatan," tutur dia.

Seusai memberikan tausyiahnya yang dihadiri lebih dari 100 orang itu, Kiai Ma'ruf melanjutkan degan membacakan doa. Tak lama setelah itu, waktu berbuka puasa pun datang, ia berbuka dan melaksanakan shalat maghrib. Sekitar pukul 06.50 Kiai Ma'ruf pun meninggalkan lokasi perhelatan Tasyakuran itu.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA