Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Rekapitulasi Suara KPU Jabar Kemungkinan tak Selesai Ahad

Ahad 12 May 2019 22:41 WIB

Red: Andri Saubani

Petugas KPU bersama sejumlah saksi dan Bawaslu Jawa Barat mengikuti jalannya rapat pleno rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Jawa Barat di Aula KPU Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2019) malam.

Petugas KPU bersama sejumlah saksi dan Bawaslu Jawa Barat mengikuti jalannya rapat pleno rekapitulasi hasil suara Pemilu 2019 tingkat Provinsi Jawa Barat di Aula KPU Jawa Barat, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2019) malam.

Foto: Antara/Novrian Arbi
Batas akhir rekapitulasi suara tingkat KPU Provinsi adalah hari ini, 12 Mei 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Rapat pleno rekapitulasi penghitungan perolehan suara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Barat berkemungkinan tidak selesai tepat waktu karena masih menunggu hasil rekapitulasi dari KPU Kabupaten Bekasi. Komisioner KPU Jawa Barat, Nina Yuningsih mengatakan seharusnya pihaknya menyelesaikan rapat pleno pada hari Ahad, sesuai dengan batas akhir di tingkat provinsi.

"Kita sudah berkomunikasi dengan KPU RI, bahwa kita dimungkinkan tidak selesai di tanggal 12 hari ini," kata Nina di Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut, Kota Bandung, Ahad (12/5).

Menurut informasi, kata dia, hingga saat ini Kabupaten Bekasi masih belum selesai melakukan rekapitulasi karena terhambat oleh Kecamatan Tambun Selatan yang baru menyerahkan hasil rekapitulasinya sore tadi. "Targetnya kita selesai malam ini. Tapi saya masih melihat perkembangan apakah ini cukup waktu untuk bisa dilakukan malam ini," katanya.

Keterlambatan rekapitulasi di Kecamatan Tambun Selatan tersebut diakibatkan oleh adanya perbedaan data yang dimiliki oleh saksi, sehingga petugas harus membuka kembali kotak suara. Dengan demikian, ia berharap permasalahan tersebut selesai di tingkat kabupaten agar tidak timbul pada rekapitulasi di tingkat provinsi.

"Yang belum selesai di tanggal 12 ini ada beberapa provinsi lainnya seperti provinsi di Sulawesi Tenggara yang ternyata persoalannya sama," katanya.



sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA