Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

TKN Jelaskan Kendala Pertemuan Maruf Amin-Sandiaga Uno

Senin 13 May 2019 17:36 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin dan Cawapres No 02 Sandiaga Uno

Cawapres No 01 KH Ma'ruf Amin dan Cawapres No 02 Sandiaga Uno

Foto: Republika/Prayogi
Masalah waktu menjadi hambatan dari pertemua kedua tokoh politik tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim Kampanye Nasional (TKN) menjelaskan kendala pertemuan antar calon wakil presiden (cawapres) Ma'ruf Amin dengan Sandiaga Uno. TKN mengatakan, masalah waktu menjadi hambatan dari pertemua kedua tokoh politik tersebut.

Baca Juga

"Kalau pertanyaannya kapan, ya, kami semaksimal mungkin berusaha merealisasikan hal tersebut baik dari Ma'ruf atau Sandi karena kami yakin beliau berdua ini sudah sangat ingin bertemu," kata Wakil Sekretaris TKN Verry Surya Hendrawan di Jakarta, Senin (13/5).

Verry mengatakan, kedua cawapres berbeda kubu itu berkeinginan untuk meredamkan iklim dan tensi perpolitikan nasional melalui pertemuan tersebut. Dia mengatakan, pertemuan keduanya juga akan memberi contoh ke masyarakat bahwa pada akhirnya seluruh masyarakat Indonesia itu bersaudara.

"Jadi mohon ditunggu dan doakan bahwa semua bisa segera bertemu sebelum 22 Mei," kata Verry lagi.

Sekretaris Jendral PKPI itu mengungkapkan, pertemuan kedua tokoh politik itu sebenanrnya telah lama digagas bahkan sebelum memasuki ramadhan. Dia mengatakan, beberapa kesempatan sudah dijadikan momentum untuk pertemuan, namun sampai saat ini memang belum mendapatkan jadwal yang pas.

Sandiaga sebelumnya kembali menyinggung rencana pertemuan antara dirinya dengan cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Ia pun berpandangan seharusnya yang lebih tepat dalam menentukan waktu untuk mengadakan pertemuan tersebut adalah Ma'ruf Amin. Menurutnya, Ma'ruf lebih pantas menentukan waktu pertemuan itu sebagai senior.

Sementara, Ma'ruf Amin mengatakan jika pertemuan dengan kubu 02 rencananya bakal dilaksanakan usai penetapan hasil pemilu 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hal ini disampaikan Mstasyar PBNU itu usai bertemu dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Kamis (9/5) lalu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA