Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Penumpang Nilai Tarif Normal MRT Masih Wajar

Senin 13 May 2019 12:46 WIB

Red: Indira Rezkisari

Rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI melintas di Stasiun Fatmawati, Jakarta.

Rangkaian kereta Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus-Bundaran HI melintas di Stasiun Fatmawati, Jakarta.

Foto: Antara
Tarif MRT masih lebih murah dibanding menggunakan ojek daring.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah penumpang Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta menilai tarif normal yang diberlakukan mulai Senin (13/5) masih wajar. MRT dengan tarif normal dinilai masih menjadi pilihan terbaik dibanding moda transportasi lain.

"Saya sih tidak apa-apa, oke saja (tarif normal). Karena kalau saya hitung pakai ojek daring masih lebih mahal dari MRT," kata Nadia, salah satu penumpang ketika ditemui di Stasiun MRT Lebak Bulus pada Senin pagi.

Nadia biasa menggunakan MRT dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Senayan untuk pergi bekerja dari rumahnya di Cinere, Depok, menuju kawasan SCBD. Sebelumnya, dia dikenakan tarif Rp 5.000 untuk perjalanan tersebut. Kini tarifnya menjadi Rp 10.000.

Menurut dia, MRT dengan tarif normal masih menjadi pilihan terbaik dibandingkan dengan moda transportasi umum lain seperti TransJakarta. "Dan juga kalau saya naik TransJakarta itu masih butuh waktu, jadi sampai kantor bisa lebih telat," kata dia.

Tanggapan serupa diungkap oleh Sari, penumpang yang biasa menggunakan MRT untuk mobilisasi keseharian. "Tarif normal ini wajar sih ya. Bisa lebih cepat dan tidak makan waktu," kata dia.

Sari menyatakan, tarif normal ini setimpal dengan pelayanan yang didapatkan. Seperti ketepatan waktu pemberangkatan dan kebersihan stasiun.

Penumpang lain yang menggunakan MRT untuk bekerja setiap harinya, Sigit memberikan komentar senada mengenai pemberlakuan tarif normal MRT. Namun, menurut dia, akan lebih baik jika tarif yang dikenakan bisa terjangkau oleh semua kalangan.

"Bisa menghemat waktu sampai dua jam, jadi tarif sekarang buat saya masih wajar. Tapi kalau bisa subsidi juga soalnya tidak semua orang merasa ini ringan kayaknya," ujar Sigit.

Sejak resmi dibuka secara komersil pada 1 April 2019 hingga 12 Mei 2019, PT MRT Jakarta menerapkan tarif promo sebesar setengah harga dari tarif normal. Misalnya, untuk pemberangkatan awal di Stasiun Bundaran HI menuju pemberhentian akhir di Stasiun Lebak Bulus, tarif promo sebelumnya adalah Rp 7.000. Sementara kini, dengan tarif normal, besarannya menjadi Rp 14.000.



Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA