Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Petugas KPPS Meninggal: Kelelahan Bukan Pemicu Utama

Selasa 14 May 2019 13:21 WIB

Rep: RIZKY SURYARANDIKA, DIAN ERIKA NUGRAHENY/ Red: Elba Damhuri

Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) menunjukkan kotak suara dalam kondisi kosong setelah seluruh dokumen dikeluarkan saat Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 24 Kelurahan Watubanga, Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (27/4/2019).

Foto:
Petugas KPPS yang meninggal mayoritas berusia antara rentang 50-59 tahun.

Hesti mengakui autopsi verbal belum tuntas di seluruh wilayah Indonesia. Sebab pihaknya terkendala personel yang mampu melakukan outopsi verbal memang terbatas. Alhasil, proses outopsi verbal ini akan memakan waktu.

"Sudah pernah latih di beberapa daerah untuk ini agar bisa laksanakan. Kami dapat laporan 12 Mei pukul 18.00 WIB, baru 17 Provinsi yang masuk, belum semua (KPPS) dari tiap TPS kabupaten-provinsi," ujarnya.

Hingga Ahad (12/5), Kemenkes sudah melakukan investigasi penyebab kematian petugas pemilu di 17 provinsi. Hasilnya, diketahui jumlah korban meninggal di DKI Jakarta sebanyak 22 jiwa, Jawa Barat 131 jiwa, Jawa Tengah 44 jiwa, Jawa Timur 60 jiwa, Banten 16 jiwa, Bengkulu 7 jiwa, Kepulauan Riau 3 jiwa, Bali 2 jiwa.

Wilayah lain seperti Kalimantan Selatan diketahui memiliki jumlah korban sebanyak 8 jiwa, Kalimantan Tengah 3 korban jiwa, Kalimantan Timur 7 korban jiwa, Sulawesi Tenggara 6 korban jiwa, Gorontalo tidak ada, Kalimantan Selatan 66 korban jiwa, dan Sulawesi Utara 2 korban jiwa.

Korban yang meninggal mayoritas berusia antara rentang 50-59 tahun. "Kami push data daerah biar cepat masuk semua, ini baru 17 provinsi saja. Kematian terbanyak di luar rumah sakit," katanya.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, data hingga Jumat (10/5) pagi, jumlah KPPS yang meninggal menjadi 469 orang. Dengan data ini, jumlah seluruh petugas Pemilu 2019 yang meninggal menjadi 583 orang. Itu terdiri atas 469 petugas KPPS, 92 orang petugas pengawas, dan 22 petugas keamanan. Komisioner KPU Evi Novida Ginting Manik mengatakan, selain KPPS yang meninggal, sebanyak 4.602 KPPS jatuh sakit saat bertugas.

"Berdasarkan data hingga pukul 08.00 WIB pagi tadi, ada 469 KPPS wafat dan 4602 KPPS jatuh sakit," ujar Evi.

(ed: agus raharjo)

Tabel
Penyebab KPPS Wafat:
1. Infark miokard
2. Gagal jantung
3. Koma hepatikum
4. Strok
5. Respiratory failure
6. Hipertensi emergency
7. Meningitis
8. Sepsis
9. Asma
10. Diabetes melitus
11. Gagal ginjal
12. TBC
13. Kegagalan multiorgan

Sumber: Kemenkes

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA