Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Minggu, 24 Zulhijjah 1440 / 25 Agustus 2019

Tanggapi 22 Mei, GP Ansor Komitmen Kawal Ulama dan NKRI

Sabtu 18 Mei 2019 18:31 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Hafil

GP Ansor

GP Ansor

Foto: Antara
GP Ansor yakin Indonesia tetap aman.

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS -- Gerakan Pemuda (GP) Ansor terus berkomitmen untuk mengawal ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam situasi dan kondisi apapun. Termasuk menjaga NKRI pada saat dan pascapemilu 2019.

Baca Juga

Hal itu ditegaskan Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor, Ruchman Basori saat Halaqah Kebangsaan dan Pelantikan Pengurus PAC Ansor Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus di The Hill's Vaganza, Jumat (17/5).

"22 Mei saat pengumuman hasil pemilu Insya Allah Indonesia aman dan damai, GP Ansor siap mengawal, membantu keamanan bersama TNI-Polri," kata Ruchman dihadapan 1.000 kader Ansor-Banser Kabupaten Kudus.

Ia menyampaikan, Negara Indonesia sebagai negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Jumlah TPS sebanyak 801.291 dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) mencapai 185.994.249 orang. Mereka tersebar di 514 kabupaten/ kota. Itu sulit dicarikan perbandingannya.

Ketua Bidang Kaderisasi PP GP Ansor itu memaparkan ada persoalan serius yang saat ini menunggangi pemilu di Indonesia. Yaitu adanya gerakan trans-nasional yang masuk ke Indonesia dengan provokasi dan adu domba.

"Mereka datang ke Indonesia dengan berbagai wajah, yang ingin mengganti NKRI dengan khilafah," ujarnya.

Ruchman mengatakan, ada kelompok yang ingin mempertanyakan konsensus nasional. Kelompok keagamaan yang merasa dirinya paling benar (truth claim). Sehingga mudah menyalahkan dan mengkafirkan yang lain. Pada saat yang sama kebanyakan masyarakat Indonesia cenderung diam (silent majority).

Ruchman mensinyalir, gerakan itu dilancarkan melalui media sosial. Masyarakat dibuat seolah-olah dalam keadaan genting. Pemilu dianggap curang dengan bumbu hoax dan ujaran provokatif. Tapi sampai saat ini baik-baik saja, aman, nyaman dan masyarakat beraktivitas seperti biasa.

"Tugas Ansor-Banser adalah menjelaskan kepada masyarakat dan mengajak mereka untuk meminimalisir perbedaan-perbedaan di medsos, Insya Allah di mana ada Ansor, daerah itu akan aman," ujarnya.

Sekretaris PCNU Kudus, Kisbiyanto mengatakan, Ansor-Banser harus tegas terhadap segala bentuk kebathilan. Baginya menjaga keamanan bukan semata soal politik. Tetapi juga meminimalisir kemaksiatan, judi, dan tindakan kriminal yang meresahkan masyarakat.

Ia menegaskan, buktikan kalau Ansor-Banser sebagai pengaman wilayah dan pencipta kedamaian di Kudus. "Untuk memberantas kemaksiatkan cukup ditangani Ansor-Banser, tidak perlu FPI atau ormas lainnya," jelasnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA