Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

 

Chef Haryo Rekomendasikan Berbuka Kurma dan Air Putih

Senin 06 May 2019 07:01 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Indira Rezkisari

Kurma.

Kurma.

Foto: Max Pixel
Kurma dan air putih pilihan lebih sehat ketimbangan gorengan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ramadhan tiba, Ramadhan tiba, begitulah kalimat yang tepat untuk menyambut bulan suci Ramadhan. Seluruh umat Islam akan menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan haus.

Makanan dan minuman akan menjadi salah satu perhatian utama dalam memuaskan dahaga selama sehari berpuasa. Apalagi santap berbuka puasa, pastinya banyak yang ingin menikmati minuman yang segar-segar dan makanan yang enak dan. Minuman dingin yang manis-manis dan gorengan biasanya tersaji diatas meja.

Chef Haryo Pramoe mengatakan menu berbuka juga harus memperhatikan kesehatan. Pada momen puasa, menurutnya, berbuka dengan yang manis sangat dianjurkan. Namun perlu diketahui tubuh membutuhkan proses pencernaan setelah lama tidak mengonsumsi apapapun selama sehari penuh.

Haryo menyarankan, mengonsumsi segelas air putih dan 5-7 biji kurma cukup untuk memulihkan energi tubuh. "Itu kombinasi bagus, sudah cukup mengenyangkan. Lalu shalat magrib," kata Haryo saat dihubungi Republika.

Penggagas program Seribu Sedekah itu mengatakan Anda disarankan untuk mengganti minuman manis yang terbuat dengan gula pasir dengan bahan yang natural terkandung dalam buah-buahan. Buah seperti jeruk, pepaya dan juga semangka sangat tepat bagi mereka yang menginginkan hidangan segar-segar saat berbuka.

"Tapi kalau tidak ada gula alami pakai gula pasir boleh, tapi tidak berlebihan. Agar tidak menimbulkan kantuk," katanya.

Selanjutnya, untuk masakan yang digoreng, Haryo menerangkan agar mengurangi metode masak itu. Makanan gorengan akan menimbulkan lemak trans yang menyebabkan banyak penyakit.

"Sebenarnya berpuasa ini adalah momen agar tidak berbuka dengan berat-berat seperti masakan yang digoreng, metode menggoreng akan memicu lemak jenuhnya. Inilah yang memicu terjadinya strok, lumpuh, dan obesitas," jelasnya.


Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA