Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Apa Makna Pertemuan Zulkifli dan AHY dengan Jokowi?

Jumat 03 May 2019 10:25 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/Dessy/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Presiden Joko Widodo (kanan) menerima kunjungan Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).

Foto: Antara/Wahyu Putro A
AHY menyebut kehadirannya ke Istana adalah undangan dari Jokowi.

REPUBLIKA.CO.ID, Setelah Ketum PAN Zulkifli Hasan, kini giliran pentolan Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang bertemu dengan Jokowi. Pertemuan digelar pada Kamis (2/5) sore lalu di ruang kerja Jokowi di Istana Merdeka.

Pertemuan antara AHY dan Jokowi pun memicu spekulasi. Akankah Partai Demokrat merapat ke Jokowi? Akankah AHY yang juga putra sulung SBY menjadi menteri jika Jokowi kembali terpilih sebagai presiden?

Usai pertemuan, AHY yang datang menggunakan mobil Toyota Land Cruiser berplat B 2024 AHY ini tak menyebut secara spesifik soal koalisi.  Ia hanya mengatakan, pertemuan ini merupakan undangan dari Jokowi.

Menurut AHY, ia dan Jokowi sempat membahas situasi politik pascapemilu. Keduanya pun berharap agar masyarakat dapat tenang dan sabar menunggu hasil perhitungan resmi dari KPU. Ia juga mengajak masyarakat agar mampu bersikap dewasa dalam melaksanakan demokrasi.

"Mudah-mudahan kita semuanya bisa tenang, sabar, melihat situasi, perkembangan, sekaligus juga mari kita menjadi masyarakat yang dewasa dalam alam demokrasi yang sehat," kata dia.

photo
Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (kanan) didampingi Mensesneg Pratikno (kiri) memberikan salam kepada wartawan usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/5/2019).


Tak hanya itu, AHY dan Jokowi juga sepakat agar tak bersikap berlebihan terhadap hasil perhitungan sementara pilpres 2019. Kendati demikian, AHY menilai, perbedaan pendapat dalam berpolitik merupakan hal yang wajar.

"Kita ingin tentunya menghindari terlalu berlebihan, tentu tidak mungkin dihilangkan sama sekali, karena namanya politik, namanya Pemilu, pasti akan terus ada perbedaan pendapat, perbedaan persepsi, dan lain sebagainya," ujar Agus.

AHY menganggap sikap terbaik yang harus ditunjukan oleh masyarakat saat ini yakni menunggu hasil resmi perhitungan suara oleh KPU.

Soal koalisi, AHY menegaskan bentuk silaturahim yang dilakukan dengan Jokowi tidak selalu berkaitan dengan komunikasi politik pragmatis. Putra sulung SBY tersebut mengungkapkan posisinya untuk bisa bersama-sama membangun Indonesia yang lebih baik.   "Tadi pagi saya sempat berkomunikasi yang intinya adalah saya sampaikan salam hormat pada Pak Presiden," kata AHY.

AHY masuk Ruang Kerja Presiden di Istana Merdeka pada pukul 16.17 WIB dan langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi hingga pukul 16.45 WIB.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA