Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Rabu, 20 Zulhijjah 1440 / 21 Agustus 2019

Polisi Amankan Tiga Minibus Diduga Berisi Massa Aksi 22 Mei

Senin 20 Mei 2019 17:27 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Andri Saubani

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat memimpin apel Hari Santri 2018

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan saat memimpin apel Hari Santri 2018

Foto: dokumentasi Polda Jatim
Di dalam satu dari tiga minibus ditemukan benda mencurigakan semacam molotov.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengamankan tiga minibus berisi 54 orang yang diduga akan mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta. Ketiga minibus tersebut diamankan aparat kepolisian di Jembatan Suramadu pada Senin (20/5). Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, tiga mobil beserta rombongan dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa dan didalami motifnya ke Jakarta.

Baca Juga

"Barusan kami amankan pada jam 13.00 di Suramadu. Mereka rencana akan berangkat ke Jakarta. Tiga mobil itu dibawa ke Mapolda Jatim untuk diperiksa dan didalami motifnya ke Jakarta," kata Luki di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (20/5).

Luki menegaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, massa yang diamankan mengakui akan mengikuti aksi people power di Jakarta. Saat pemeriksaan, lanjut Luki, polisi juga menemukan benda mencurigakan di dalam salah satu minibus. Luki menyatakan masih mendalami benda yang mencurigakan tersebut.

"Ini baru saja diperiksa. Tadi ada benda yang mencurigakan dan sedang didalami oleh tim penyidik. Salah satu dari tiga kendaraan ini akan kita periksa satu persatu dari mana asal usul barang tersebut," ujar Luki.

Luki enggan menjabarkan lebih detail soal benda mencurigakan tersebut. Diakuinya, dari benda mencurigakan tersebut, tercium bau minyak tanah semacam bom molotov. Namun, pihaknya masih akan mendalami lebih lanjut terkait temuan tersebut.

"Ada empat botol, ada satu kotak lain, belum kami lihat. Kami masih dalami apa ini isi cairannya. Kami juga masih mendalami pimpinan rombongan," kata Luki.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA