Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Sunday, 15 Syawwal 1441 / 07 June 2020

Polisi Bantah Gunakan Peluru Tajam Saat Amankan Unjuk Rasa

Rabu 22 May 2019 09:57 WIB

Rep: Flori Sidebang/ Red: Teguh Firmansyah

Polisi mengamankan pendemo yang rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Polisi mengamankan pendemo yang rusuh di Jalan KS Tubun, Jakarta, Rabu (22/5/2019).

Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Polisi belum dapat memastikan jumlah korban jiwa dalam kericuhan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menegaskan, seluruh personel yang melakukan pengamanan di gedung Bawaslu RI tidak ada yang menggunakan peluru tajam.

Baca Juga

Ia membantah kabar yang menyebut polisi menggunakan peluru tajam dan menembak ke arah massa yang melakukan aksi sejak kemarin hingga dini hari tadi. "Polisi tidak ada yang pakai peluru tajam," tegas Argo saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (22/5).

Argo mengaku belum dapat memastikan apakah ada korban jiwa akibat keributan yang sempat terjadi antara polisi dan massa unjuk rasa di sekitar gedung Bawaslu dinihari tadi.  "Saya belum dapat info (soal korban jiwa), nanti saya cek dulu," ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya juga masih mendalami terkait adanya korban luka akibat insiden tersebut. "Kita masih melakukan pendataan apakah ada atau tidak (korban luka)," kata Argo.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA