Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Tak Ada Ruang untuk Perusuh Perusak Negara

Rabu 22 May 2019 17:09 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Indira Rezkisari

Demonstran menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

Demonstran menggelar Aksi 22 Mei di depan gedung Bawaslu, Jakarta, Rabu (22/5/2019). Aksi unjuk rasa itu dilakukan menyikapi putusan hasil rekapitulasi nasional Pemilu 2019.

Foto: Antara
Presiden menegaskan tidak akan memberi toleransi bagi perusuh negara.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan tak akan memberikan ruang bagi para perusuh yang akan merusak negara. Ia mengatakan, TNI dan Polri akan bertindak tegas terhadap para perusuh negara sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

"Kita tidak akan memberikan ruang untuk perusuh-perusuh yang akan merusak negara kita, merusak NKRI. Tidak ada pilihan, TNI dan Polri akan menindak tegas sesuai dengan aturan hukum yang berlaku," ujar Jokowi saat menggelar konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/5).

Jokowi juga menegaskan, tak akan memberikan toleransi bagi siapa pun yang berniat mengganggu keamanan, persatuan, dan juga proses demokrasi yang telah berjalan di Tanah Air.

"Saya juga tidak memberikan toleransi kepada siapa pun juga yang akan mengganggu keamanan yang akan mengganggu proses demokrasi dan persatuan negara yang kita cintai ini, terutama perusuh-perusuh," tegas dia.

Presiden menyampaikan, sebagai kepala negara dan juga kepala pemerintahan, ia memiliki kewajiban untuk menjaga stabilitas politik dan juga stabilitas keamanan. Ia juga menegaskan, pemerintah telah menyediakan jalur konstitusi untuk menyelesaikan berbagai perselisihan dan sengketa yang ada.

"Sudah disediakan oleh konstitusi kita bahwa segala perselisihan, sengketa, itu diselesaikan melalui MK," ungkapnya.

Jokowi pun menyampaikan apresiasinya kepada pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno yang telah memutuskan untuk menyelesaikan sengketa pilpres melalui Mahkamah Konstitusi. Ia yakin hakim MK akan memutuskan sengketa ini sesuai dengan fakta-fakta yang ada.

Saat konferensi pers, Presiden turut didampingi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Polhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.


Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA