Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Sunday, 24 Zulhijjah 1440 / 25 August 2019

Jumlah Pengunjung GI Diperkirakan Anjlok Akibat Aksi 22 Mei

Kamis 23 May 2019 16:16 WIB

Red: Christiyaningsih

Grand Indonesia

Grand Indonesia

Foto: http://www.akmanihotel.com/
Berdasarkan pantauan jumlah pengunjung GI pada 22 Mei lebih sedikit dari hari biasa

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Grand Indonesia memperkirakan tingkat pengunjung ke mal Grand Indonesia (GI) saat aksi massa 22 Mei mengalami penurunan drastis. Manager Public Relations PT Grand Indonesia Dinia Widodo mengatakan dirinya belum mengetahui angka atau persentase persisnya terkait penurunan kunjungan tersebut.

Baca Juga

Perkiraan penurunan pengunjung itu didasarkan atas pemantauan di lapangan. "Kemarin beberapa pelanggan kita masih datang ke sini karena mungkin lokasi kantor dan rumah mereka berada di sekitar wilayah mal Grand Indonesia. Tapi tingkat pengunjung ke mal turun drastis," ujarnya pada Kamis (23/5).

"Pada masing-masing lokasi pintu masuk memiliki alat pemindai panas yang bisa menghitung jumlah pengunjung mal yang datang," imbuh Dinia. Dia juga menambahkan pada hari ini pihaknya membuka mal Grand Indonesia berdasarkan pertimbangan situasi dan kondisi yang sudah mulai sangat kondusif.

"Saya belum mendapatkan laporan lagi apakah ada beberapa penyewa mal yang tutup atau buka pada hari ini karena hal tersebut merupakan kebijakan masing-masing. Namun mal kami beroperasi normal," ujar Dinia.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, mal Grand Indonesia sudah kembali beroperasi normal. Beberapa pengunjung terlihat berjalan-jalan di dalam mal sambil melihat-lihat sebagian toko yang buka.

Dalam kesempatan tersebut, seorang karyawan toko gawai di mal Grand Indonesia bernama Dula ikut mengeluhkan aksi massa yang berimbas pada penurunan penjualan. "Biasanya penjualan kami bisa menembus Rp50 juta pada hari biasa, di mana kami bisa menjual tiga sampai unit gawai dan beragam aksesoris. Namun pada Rabu 22 Mei kemarin, penjualan kami hanya Rp 150 ribu untuk satu nota transaksi," kata Dula.

Dirinya juga menambahkan tokonya kemarin hanya buka selama dua jam dari pukul 10.00 hingga 12.00 WIB sebagai antisipasi terhadap aksi massa. Dalam pantauan di Grand Indonesia, beberapa pintu masuk kendaraan pengunjung dan pejalan kaki dijaga oleh sejumlah personel TNI dan kepolisian.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA