Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

Tuesday, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 January 2020

 

18 SPBU Siap Layani Pemudik di Jatim

Kamis 23 May 2019 07:10 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Friska Yolanda

KiosK yang di siapkan Pertamina di rest area KM 46+750 ruas tol fungsional Salatiga- Kartasura.

KiosK yang di siapkan Pertamina di rest area KM 46+750 ruas tol fungsional Salatiga- Kartasura.

Foto: Republika/Bowo Pribadi
Pemudik diimbau mengisi penuh tangki kendaraan untuk mengantisipasi kehabisan BBM.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- General Manager Pertamina Marketing Operation Region V Jatimbalinus, Werry Prayogi mengatakan, pada mudik lebaran 2019, pihaknya mulai memperkenalkan SPBU Modular untuk memenuhi kebutuhan BBM di sepanjang jalur mudik. SPBU Modular adalah SPBU nonpermanen yang dilengkapi dua buah tangki berkapasitas 10 ribu liter, dan dua dispenser.

Baca Juga

"Sehingga satu modular dapat menjual 2 jenis BBM," kata Werry di sela peninjauan kesiapan dan kehandalan sarana dan fasilitas pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina di sepanjang Tol Trans Jawa, di Jawa Timur, Rabu (22/5).

Werry menjelaskan, guna menghadapi peningkatan kebutuhan BBM di sepanjang jalur mudik lebaran, Pertamina juga telah menyiapkan beberapa titik SPBU di sepanjang ruas tol di Jawa Timur. Pertamina menyiapkan 11 SPBU dan 1 KiosK di jalur tol sepanjang Solo-Surabaya. Sementara di jalur tol Surabaya-Malang dan Surabaya-Probolinggo disiapkan 7 SPBU dan 1 KiosK.

"SPBU tersebut ada yang berupa SPBU reguler maupun SPBU modular," ujar Werry.

Werry menjelaskan, berdasarkan data konsumsi BBM di tahun-tahun sebelumnya, pada arus mudik dan balik 2019, diprediksi terjadi kenaikan konsumsi di Jatim sebesar 12 persen untuk produk Gasoline. Adapun puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 29 Mei 2019  dan 31 Mei 2019, dengan peningkatan konsumsi Gasoline tertinggi mencapai 41 persen.

"Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada hari Sabtu-Minggu tanggal 8-9 Juni 2019, dan puncak berikutnya di 15-16 Juni 2019," kata Werry.

Werry melanjutkan, sementara untuk konsumsi produk Gasoil, diprediksi mengalami penurunan konsumsi sekitar 8 persen. Penurunan terbesar diprediksi terjadi pada H-7 sampai dengan H+7 lebaran, seiring larangan beroperasi kendaraan berat.

“Untuk mengantisipasi kebutuhan tersebut, Pertamina sudah melakukan beberapa strategi untuk menjamin ketersediaan BBM di wilayah Jawa Timur. Antara lain dengan meningkatnya stok di Terminal BBM maupun SPBU, dan optimalisasi armada mobil tangki,” ujar Werry.

Werry mengimbau agar para pemudik yang akan menggunakan fasilitas tol untuk mengisi penuh BBM kendaraannya di titik awal keberangkatan. Dikatakan, kios Pertamina, khususnya yang modular, adalah fasilitas alternatif.

"Untuk menghindari antrean di rest area, alangkah baiknya para pemudik mengisi BBM di titik awal keberangkatan," ujar Werry.

Dirjen Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto mengatakan, tahun ini adalah tahun pertama pemudik menggunakan Tol Trans Jawa secara terintegrasi. Menurutnya, ini menjadi tantangan bagi Pertamina untuk membuktikan kehandalannya menyediakan fasilitas BBM baik di rest area permanen, maupun nonpermanen.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA