Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Ribuan Dokter dan Perawat di Jabar Siaga Selama Mudik

Jumat 24 May 2019 18:43 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Nur Aini

  Pemudik bermotor melaju kendaraannya di jalur pantura, Cirebon, Jabar (23/6).

Pemudik bermotor melaju kendaraannya di jalur pantura, Cirebon, Jabar (23/6).

Foto: Republika/Yasin Habibi
Pemprov Jabar menyiapkan petugas dan sarana kesehatan untuk mudik Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Layanan kesehatan di Jawa Barat siap dioptimalkan untuk pemudik menjelang Lebaran 2019. Bahkan, berbagai unsur terkait sudah mematangkan persiapan agar kebutuhan masyarakat akan hal itu bisa terpenuhi.

Baca Juga

Menurut Kepala Bidang Pelayanan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Rita Kartika, pihaknya telah menyiapkan berbagai petugas dan sarana kesehatan untuk melayani pemudik pada Lebaran tahun ini. Mereka akan disebar ke seluruh kabupaten/kota yang ada di provinsi tujuan mudik tersebut.

"Ada 4.759 perawat, 1.123 dokter, 2.554 sopir dan tenaga lainnya yang kami siagakan," ujar Rita di Bandung, Jumat (24/5).

Selain itu, menurut Rita, Dinkes Jabar juga menyiapkan 705 mobil ambulans dan 170 motor ambulans. Namun, jumlah tersebut belum ideal mengingat wilayahnya merupakan tujuan dan jalur perlintasan pemudik dari kawasan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi. Pada Lebaran 2018, tercatat 2,585 juta kendaraan yang melintasi Jawa Barat.

"Sekarang diprediksi naik 10-20 persen," katanya. 

Oleh karena itu, kata dia, Dinkes Jabar telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota agar turut serta mengerahkan petugas untuk pelayanan tersebut.

"Kami instruksikan dinkes kabupaten/kota agar mempersiapkan tim kesehatan, mendirikan posko kesehatan," katanya. 

Selain posko yang akan dibangun di jalur-jalur perlintasan, kata dia, pihaknya pun membuka kontak darurat 119 yang tersebar di Bekasi, Karawang, Bandung, dan Sumedang. Hal ini, diharapkan bisa memenuhi layanan kesehatan darurat seperti akibat kecelakaan atau lainnya.

"Selain itu, kita juga akan memeriksa kesehatan pengemudi bis di terminal-terminal," katanya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang Dokkes Polda Jawa Barat Kombes Arios Bismark mengatakan, pihaknya sudah menyususn kegiatan untuk menopang kesehatan aparat kepolisian yang bertugas. Hal itu dinilai sangat penting agar anggotanya bisa bertugas optimal dalam mengamankan dan memperlancar arus mudik. Salah satunya dengan melakukan patroli kesehatan ke setiap pos polisi yang ada. Cara ini dilakukan, untuk menyiasati kekurangan petugas kesehatan.

"Kita di ambulans bawa dokter dan perawat yang akan mengelilingi pos-pos Lebaran. Ini dioptimalkan karena personel, obat-obatan, dan prasarana lainnya yang kurang. Kami optimalkan agar semua pos-pos bisa kami jangkau," ujarnya.

Selain untuk melayani kepolisian, kata dia, tim kesehatan akan melayani pemudik dan masyarakat umum lainnya yang membutuhkan. "Tidak hanya anggota kami, tapi masyarakat juga," katanya.

Selain itu, kata dia, ada sejumlah titik-titik rawan. Sejumlah kawasan seperti Limbangan, Nagreg, ruas tol Cipali, dan Bogor-Ciawi-Sukabumi diprediksi memiliki potensi kecelakaan yang tinggi.

"Makanya di masing-masing daerah itu ada pos-pos kesehatan," katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA