Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Pertamina MOR IV Siapkan Tiga Lokasi Kantong BBM

Jumat 24 May 2019 19:48 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Fernan Rahadi

BBM

BBM

Foto: VOA
Pendirian kantong BBM ini untuk mendekatkan lokasi stok BBM ke berbagai SPBU.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Untuk mengantisipasi kemacetan dan memudahkan distribusi BBM di jalur-jalur utama mudik lebaran, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) IV Jateng/DIY akan mendirikan tiga kantong BBM di wilayah Kabupaten Banyumas.

''Ketiga kantong BBM ini kami tempatkan di SPBU Ajibarang, SPBU Rawalo dan SPBU Tambak,'' jelas Sales Representative BBM Retail Region V Pertamina MOR IV Jateng-DIY Satria Wibowo Wicaksono, Jumat (24/5).

Dia mengatakan, pendirian kantong BBM ini dimaksudkan untuk mendekatkan lokasi stok BBM ke berbagai lokasi SPBU. Dengan demikian, meski terjadi kemacetan, distribusi dari lokasi kantong BBM ke SPBU bisa tetap berlangsung lebih singkat.

''Stok di kantong BBM ini akan terus dijamin ketersediaannya. Setiap kali stok di kantong BBM habis, maka harus segera diisi dengan stok baru. Dengan demikian tidak sampai kosong, sehingga sewaktu-waktu ada DO bisa langsung dikirimkan ke SPBU,'' jelasnya. 

Dia menyebutkan, selama ini pengiriman BBM di SPBU yang ada di wilayah eks Karesidenan Banyumas hingga sebagian wilayah Tegal,  dikirim dari depot BBM di Maos Kabupaten Cilacap. ''Bila tidak ada BBM kantong dan harus dikirim dari depot Maos, tentu pengiriman akan memakan waktu cukup lama. Apalagi bila kondisi jalan sedang macet,'' katanya.

Namun Wicak menyebutkan, mengingat keterbatasan kapasitas, jenis BBM yang diisikan di kantong BBM lebih fokus pada BBM jenis gasoline. Yakni, jenis premium, pertalite dan pertamax.

Dia juga memperkirakan, pada musim libur lebaran 2019 ini, kenaikan permintaan BBM untuk jenis gasoline meningkat hingga kisaran 36 persen. Yakni, dari pasokan normal 1.564 kiloliter per hari, mkeningkat menjadi 2.110 kiloliter per hari. Sementara untuk konsumsi solar, diperkirakan mengalami penurunan sekitar 8-10 persen. Yakni, dari  539 kiloliter menjadi 496 kiloliter per hari.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA