Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Jumat, 21 Muharram 1441 / 20 September 2019

Sedang Melintas di Lampung? Coba Nikmati Wisata Alam Ini

Rabu 05 Jun 2019 00:25 WIB

Red: Dwi Murdaningsih

Curug Kura Mas di Dusun Kuyung Arang, Pekon Sedayu, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Curug Kura Mas di Dusun Kuyung Arang, Pekon Sedayu, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Foto: antara Lampung
Kali Mancingan dan Curug Kura Mas menjadi objek wisata alam alternatif di Lampung.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGGAMUS -- Anda sedang melintas di Lampung? Jangan kesempatakn melewatkan mudik dengan menikmati obyek wisata yang menarik di tempat ini.

Baca Juga

Wisata Alam Kali Mancingan dan Curug Kura Mas menjadi objek wisata alam alternatif yang mempesona dengan keindahan alami lingkungan sekitarnya. Obyek wisata ini berada di Dusun Kuyung Arang, Pekon Sedayu, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Lampung

Menurut Supri Yanto, aktivis lingkungan dan pegiat pengembangan wisata alam Lampung, akses jalan untuk menuju ke sana yakni dari poros jalan Sanggi Bengkunat kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Lokasi berjarak sekitar 1 km atau ditempuh dengan berjalan kaki sekitar 15 menit.

Kendaraan roda empat bisa digunakan hingga ujung dusun (300 meter). Jika menggunakan kendaraan bermotor bisa menempuh setengah perjalanan kalau kondisi jalan cukup kering.

Kali Mancingan dan Curug Kura Mas secara administratif terletak di dalam kawasan hutan lindung Register 31 wilayah kelola KPHL Kota Agung Utara dan berbatasan langsung dengan TNBBS. Kondisi hutan di sekitar lokasi ini masih terjaga, sehingga aliran sungai terlihat begitu jernih mengalir di atas lapisan batu hitam.

Menurut warga sekitar setiap malam sering terdengar suara seperti alunan irama musik atau kendang. Setelah ditelusuri kemungkinan suara tersebut berasal dari lubang-lubang kecil di sepanjang aliran sungai setempat.

Perjalanan menuju Curug Kura Mas dengan berjalan kaki menelusuri aliran sungai kurang lebih 300 meter di atas hamparan batu hitam. Curug dengan ketinggian 10 meter ini dikelilingi tebing batu dengan suasana alam yang masih alami.

Di bawah air terjun kecil ini, pengunjung bisa merasakan seperti berdiri di atas aspal jalanan, mengingat seluruh bagian bawah ini tidak seperti air terjun pada umumnya. Curug Kura Mas dinamai oleh warga di sini, karena konon menurut cerita pernah ditemukan kura-kura berwarna emas.

"Keindahan bentang alam hutan ini bisa dijadikan rekomendasi sebagai tempat wisata alternatif bagi masyarakat sekitar yang menawarkan banyak kelebihan, karena sifatnya yang alami, relatif murah dan tentu saja ramah lingkungan," ujar Supri Yanto.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA