Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Layangan dan Misteri Kematian Harun Al Rasyid

Senin 27 May 2019 06:03 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar, Nugroho H abibi/ Red: Elba Damhuri

Kondisi rumah duka korban kekerasan 22 Mei, Muhammad Harun Al Rasyid di RT 09/RW 10 Nomor 81, Duri Kepa, Jakarta Barat, Sabtu, (25/5).

Foto:
Republika mendatangi tempat kejadian penganiayaan seperti terekam video yang viral.

Imam Masjid Al Huda, Tajudin, mengiyakan bahwa lokasi pengeroyokan itu berada di belakang masjid. Jika dilihat dari video, ia menjelaskan bahwa laki-laki yang dikeroyok itu adalah juru parkir yang biasa bertugas di sekitar masjid.

"Dia itu tukang parkir, memang kerja di situ (area parkir belakang Masjid Al Huda)," ujar Tajudin, Ahad (26/5).

Ia mengaku tak mengetahui nama laki-laki yang dikeroyok oleh sejumlah orang berseragam tersebut. Namun, ia mengetahui bahwa pengeroyokan itu terjadi pada Kamis (23/5) sekitar pukul 06.00 WIB.

"Ada empat orang yang diamankan, anak-anak (juru parkir) itu dua orang," ujar Tajudin.

Tajudin menyatakan tak bisa menceritakan lebih detail lagi terkait kejadian saat itu. Karena, pada pagi itu ia masih bersembunyi dari kericuhan yang terjadi di kawasan Sarinah.

Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo juga mengiyakan peristiwa tersebut terjadi di sekitar Masjid Al Huda. Namun, menurut pihak kepolisian, pria di dalam video itu bukan Harun Rasyid. "Pada kenyataannya orang yang dalam video tersebut adalah pelaku perusuh yang sudah kami amankan atas nama A alias Andri Bibir," ujar Dedi.

Menurut dia, Andri Bibir merupakan satu dari sebelas tersangka yang ditangkap terkait kerusuhan pada Rabu (22/5). Dedi mengatakan, Andri Bibir berperan mengumpulkan batu menggunakan tas ransel. Kemudian, batu-batu itu disuplai untuk teman-temannya sebanyak 10 orang.

"Si A menggunakan pakaian hitam, kaus hitam, celana jin yang sudah sobek-sobak itu barang buktinya, kita sertakan di sini. Ini adalah saudara Andri Bibir. Mereka melakukan tindakan anarkis. Berita tentang Harun adalah hoaks," kata Dedi.

Bagaimanapun, pihak kepolisian sejauh ini juga belum mengungkapkan penyebab meninggalnya Harun Rasyid. Tim pencari fakta telah dibentuk untuk mencari tahu hal tersebut.

Seperti keluarganya, masyarakat sejauh ini masih bertanya-tanya, apa penyebab kematian Harun.

(umi nur fadhilah ed: fitriyan zamzami)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA