Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rabu, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Luhut Apresiasi Langkah BPN ke MK

Senin 27 Mei 2019 05:47 WIB

Red: Ratna Puspita

Luhut Binsar Panjaitan

Luhut Binsar Panjaitan

Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Luhut ingatkan agar proses selama gugatan tak dikacaukan pelanggaran konstitusi.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Dewan Pembina Relawan Pendukung Jokowi-Ma'ruf Bravo 5, Luhut Binsar Panjaitan, mengapresiasi langkah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusional (MK). Ia mengatakan langkah tersebut sudah bagus.

Baca Juga

"Saya kira sudah bagus langkah tersebut," ujarnya di sela silaturahim dengan Relawan Bravo-5 Jatim di Surabaya, Ahad (26/5) malam.

Namun, menteri koordinator bidang kemaritiman tersebut menyarankan proses selama gugatan tak dikacaukan oleh pikiran yang bertentangan dengan konstitusi, undang-undang dasar maupun Pancasila. Menurut dia, perbedaan pendapat jangan sampai memancing atau bahkan semakin memperkeruh suasana yang dapat memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

"Jangan bertentangan dengan koridor yang telah diatur (UUD-Pancasila), sebab kalau tidak, maka saya kira tak baik," ucapnya.

Disinggung tentang rencana pertemuan Joko Widodo dengan Prabowo Subianto atau masing-masing kedua tim, Luhut menegaskan, Jokowi tidak mempermasalahkan bertemu dengan siapa dan kapan saja. "Tapi, saya tidak tahu kapan ketemunya," kata mantan menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan tersebut.

Sementara itu, ia mengatakan, Relawan Bravo-5 telah memberikan kontribusi nyata saat Pemilihan Presiden 2019, baik di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat maupun daerah-daerah lainnya. Ke depan, kata dia, Bravo-5 tetap akan mengawal proses pemerintahan, terutama menyangkut ideologi Pancasila serta persatuan dan kesatuan.

Di tempat sama, Ketua Relawan Bravo-5 Jatim M Ubaidillah Amin menegaskan komitmennya mengawal pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin sampai berakhir. "Pengawalan, khususnya di tingkat bawah, seperti siap mengklarifikasi jika ada yang menyerang pemerintahan dengan berita bohong dan tentu dilengkapi data maupun fakta," katanya.

Khusus tentang gugatan BPN ke MK, pria yang akrab disapa Gus Ubed tersebut menilai sudah sesuai konstitusi. Namun, ia mengingatkan, jangan sampai ada aksi sebagaimana terjadi di depan Gedung Bawaslu RI yang berujung pada kericuhan.

"Proses gugatan ke MK sudah bagus dan ditunggu saja hasilnya nanti seperti apa," tuturnya sembari mengingatkan tentang pesan Luhut yang meminta relawan tetap sabar dan tak melakukan perlawanan apapun menyikapi kondisi saat ini.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA