Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jumat, 4 Rajab 1441 / 28 Februari 2020

Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta Dibuka 24 Jam

Senin 27 Mei 2019 16:36 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pengendara kendaraan melintas di terowongan perimeter selatan di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (20/5/2019).

Pengendara kendaraan melintas di terowongan perimeter selatan di kawasan Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin (20/5/2019).

Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Pembukaan jalan perimeter selatan akan dilakukan 30 Mei 2019.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Jalan Perimeter Selatan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta akan mulai dibuka seperti semula selama 24 jam mulai Kamis (30/5).

Febri Toga Simatupang, Senior Manager of Branch Communication and Legal, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang menyatakan, masa uji coba terbatas yang sebelumnya dioperasikan pukul 04.00 WIB hingga 09.00 WIB dan dilanjutkan pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB akan segera berakhir.

Kesepakatan akan dibuka 24 jam pada Kamis, 30 Mei 2019 nanti merupakan hasil rapat evaluasi gabungan antara Polres Bandara Soekarno-Hatta, Dinas Perhubungan Kota Tangerang, PT Kereta Api Indonesia, PT Waskita Karya dan PT Angkasa Pura II (Persero).

"Saat ini pihak terkait tengah melengkapi atau menyelesaikan beberapa pekerjaan yang berguna untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan bersama," katanya, Senin (27/5).

Hasil evaluasi sejak dioperasikan Jalan Perimeter Selatan dalam sepekan ini diputuskan untuk melengkapi Jalan Perimeter Selatan dengan menambah speed trap, rambu, dan perlunya penerangan ditingkatkan. "Beberapa evaluasi itu untuk mencegah kecelakaan, untuk mengurangi laju kecepatan kendaraan, terutama roda dua. Kami putuskan Kamis, 30 Mei baru dibuka 24 jam setelah seluruhnya selesai," ujarnya.

Meski dibuka 24 jam, tetapi kendaraan bertonase besar dan memiliki ketinggian lebih dari tiga meter tidak dapat melintas. "Kendaraan seperti truk dan bus tetap tidak bisa melintas. Karena terdapat portal untuk menjaga kualitas dari jalan tersebut. Selain itu, ketinggian underpass tidak memungkinkan untuk dilintasi truk dan bus," katanya.

Baca Juga

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA