Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Purnawirawan Jenderal Minta Kerusuhan 22 Mei Diusut Tuntas

Selasa 28 May 2019 02:40 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Teguh Firmansyah

 Aksi massa di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat berbuntut ricuh.

Aksi massa di depan kantor Bawaslu, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat berbuntut ricuh.

Foto: Republika TV/Yogi Ardhi
Sejumlah purnawirawan jenderal mengunjungi korban meninggal ricuh 21-22 Mei.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah purnawirawan TNI kembali menemui keluarga para korban tewas dalam aksi 21-22 Mei pada Senin, (27/5).

Baca Juga

Korban tewas yang dikunjungi atas nama M. Harun Al Rasyid (15 tahun) dan Adam Nooryan (19 tahun). Tim yang berkunjung ke rumah Adam dipimpin oleh mantan Kepala BAIS dan Pangdam Trikora Mayjen TNI Purn Nurdin Zainal.

Sedangkan tim yang mengunjungi keluarga Harun dipimpin oleh mantan Asisten Logistik Panglima TNI Mayjen TNI  Purn Abikusno. 

Abikusno menyampaikan duka kepada keluarga korban yang ditinggalkan anggota keluarganya. Tidak ketinggalan, para purnawirawan juga memberikan santunan. Para purnawirawan TNI mendorong kasus ini diproses hukum.

"Kunjungan ini merupakan lanjutan dari kunjungan sebelumnya yang dilakukan oleh sejumlah mantan perwira tinggi TNI dipimpin oleh Wamenhan Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin," katanya dalam keterangan resmi.

Sebelumnya, pada Jumat (22/5) Sjafrie juga telah mengunjungi dan bertakziah dengan dua orang keluarga korban  bernama M Reyhan Fajari ( 16 tahun) warga Jl Petamburan V, Jakarta Barat dan Windianto Rizqi Saputra (17) Jl Slipi Kebon Sayur, Jakarta Barat.

"Selain para purnawirawan sejumlah relawan dari kalangan emak-emak juga hadir menyampaikan bela sungkawa," ujar Abikusno.

Abikusno menekankan agar kasus ini dibuka dan dibawa ke ranah hukum. Apalagi orang tua Harun Al Rasyid meminta dukungan para purnawirawan karena akan membawa kasus ini ke jalur hukum.

"Sebelumnya ketika mengambil jenazah di RS Polri keluarga diminta untuk menandatangani surat pernyataan tidak akan mempesoalkan kematian Harun," ucapnya.

Untuk saat ini, orang tua Harun Al Rasyid mengaku sudah menemui Wakil Ketua DPR Fadlizon dan meminta bantuan agar para pelaku penembakan anaknya dibawa ke pengadilan.

=

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA