Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Nomor Urut 7, Tetap Mengantar Fauzi ke Senayan

Selasa 28 May 2019 15:00 WIB

Red: Joko Sadewo

Muhammad Fauzi

Muhammad Fauzi

Foto:
Muhammad Fauzi berhasil mengalahkan tokoh-tokoh populer di Sulawesi III.

Perjalanan politik Abang Fauzi sebenarnya sudah cukup panjang. Saat masih muda, Abang Fauzi sudah bersentuhan dengan dunia politik. Saar itu, ia bergabung dengan Himpinan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Jakarta. Ia juga pernah menjadi ketua sejumlah organisasi mahasiswa lainnya. Hingga akhirnya Abang Fauzi pertamakali masuk ke dunia politik praktis Indonesia melalui Partai Bulan Bintang (PBB).

“Habitat saya berhimpun dulu kan ada di Dewan Dakwah Islam Indonesia, HMI, sehingga banyak bertemu dengan tokoh-tokoh di PBB. Seperti Bang Yusril Ihza Mahendra, Bang MS Kaban, Hamdan Zoelva. Sehingga saya masuk menjadi generasi pertama di PBB,” papar Abang Fauzi.

Abang Fauzi menjadi generasi pertama di PBB. Ia mengikuti proses berdirinya PBB, mengikuti dinamika PBB. Bahkan Abang Fauzi sempat menjadi Ketua Umum Pemuda Bulan Bintang menggantikan Hamdan Zoelva.  Hingga akhirnya ia punya keputusan politik untuk kembali ke dunia bisnis pascamenjadi anggota DPR dan keluar dari PBB.

Namun perjalanan hidup, ternyata kembali membawanya ke dunia politik. Sejak istrinya (kala itu) terpilih menjadi wakil bupati Luwu Utara, Abang Fauzi kembali bersentuhan dengan dunia politik. Hingga akhirnya dia terpilih menjadi ketua DPD II Golkar Luwu Utara.

photo
Muhammad Fauzi berkampanye



Keberhasilan memimpin Partai Golkar Luwu Utara inilah yang menjadi tiketnya dicalonkan sebagai caleg DPR di dapil Sulawesi III. Golkar di Luwu Utara menjadi kabupaten yang memperoleh suara terbesar dalam saat Pemilihan Gubernur  (Pilgub) Sulawesi Selatan. Saat itu Golkar mengusung Nurdin Halid  dan Aziz Kahar Muzakar.

“Mungkin saya dijadikan caleg DPR RI dari Partai Golkar daerah Sulawesi Selatan adalah bentuk apresiasi partai terutama Pak Nurdin Halid,” ungkap Abang Fauzi.

Dijelaskannya, posisinya hanya ketua DPD II Partai Golkar. Apalagi Abang Fauzi baru dua tahun bergabung dgn Golkar. Jadi sangat sulit menjadi caleg DPR RI bila melihat kondisi saya ini. “Jangan-jangan saya satu-satunya Ketua DPD II di internal Golkar yang dijadikan  caleg DPR RI. Apalagi di Golkar  di Sulawesi Selatan sebagai masih lumbung Partai Golkar. Yang pasti daftar tunggunya panjang,” papar Abang Fauzi.

Dalam Pileg 2019 lalu pun, Partai Golkar di Luwu Utara bisa menambah jumlah kursinya. Kalau sebelumnya mereka hanya mendapat tujuh kursi, pada pemilu kali ini mereka merebut delapan kursi. Sementara partai-partai lain paling banyak hanya 4 kursi.

Setelah kembali masuk Senayan, Abang Fauzi optimistis akan bisa menjalankan tugas sebagai wakil partai maupun masyarakat pemilihnya. Menurutnya, dengan pengalaman pernah menjadi anggota DPR mewakili PBB, ia akan lebih cepat menyesuaikan diri.  Cara kerja dan dinamika di Senayan diyakininya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya.

“Suasananya dan interaksi dengan anggota DPR mungkin beda,” kata dia.

Abang Fauzi mengaku ingin menjadi anggota DPR yang bisa mewakili kepentingan seluruh masyarakat pemilihnya. “Saya menjadi anggota DPR dari Sulawesi III ini tidak hanya mewakili Luwu Utara saja, Namun mewakil sembilan kabupaten di wilayah Sulawesi,” kata Abang Fauzi.

photo
Muhammad Fauzi (kiri) bersama dengan istri, yang juga Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani.


Selama ini Abang Fauzi merasa sudah berusaha memperjuangkan kepentingan masyarakat Luwu Utara. Walaupun bukan orang Sulawesi Selatan asli, tapi bicara mengenai perjuangan daerah khususnya di Luwu Utara, Abang Fauzi tidak kalah dgn caleg yang berasal dari Sulawesi Selatan.

Ini terbukti dengan rekam jejaknya selama mendampingi istrinya yang menjabat sebagai bupati dan aktif di berbagai organisasi di Luwu Utara. Seperti ketua Perbakin, ketua Kahmi, pembina seluruh komunitas motor dan yang lainnya.

Dan ternyata masyarakat Sulawesi Selatan sudah maju atau cerdas dalam berdemokrasi. Terbukti mereka tidak mempermasalahkan politisi itu warga asli atau hanya pendatang. Siapapun yang punya keberpihakan pada masyarakat maka akan didukung.

Dalam sosialisasi kampanye Fauzi selalu menekankan tidak pandai berjanji, tapi bukan berarti tidak berani berjanji. Abang Fauzi mengaku hanya berani berjanji untuk melakukan hal-hal yang realistis untuk dilakukan.

"Saya tidak mungkin berjanji untuk hal yang tidak mungkin kita lakukan, sekalipun sayaakan kehilangan suara. Bagaimanapun juga utang janji itu dibawa sampai mati,” papar Abang Fauzi.

Ada sejumlah hal yang ingin diperjuangkannya,  terkait dengan persoalan kesehatan, pertanian dan infrastruktur. Masyarakat di daerah pemilihannya rata-rata mata pencahariannya adalah petani. Sehingga kebiakan terkait pertanian akan sangat berkait dengan kehidupan konstituennya.

Selain itu, infrastruktur adalah hal penting. Banyak hasil pertanian, tambang, laut, sangat tergantung pada kondisi infrastruktur akses jalan. “Bismillah, semoga saya bisa memperjuangkan aspirasi masyarakat di dapil saya,” ungkap Abang Fauzi.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA