Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Monday, 22 Safar 1441 / 21 October 2019

Kemenpar Minta Sukabumi dan Mojokerto Kembangkan Desa Wisata

Rabu 29 May 2019 03:14 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Hasanul Rizqa

(Ilustrasi) Suasana objek wisata Curug (air terjun) Sodong di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/4)

(Ilustrasi) Suasana objek wisata Curug (air terjun) Sodong di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (23/4)

Foto: Antara/Dewi Rahayu
Kemenpar sebut, komitmen antara kepada desa dan masyarakat jadi kunci industri wisata

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendorong masyarakat khususnya di Sukabumi (Jawa Barat) dan Mojokerto (Jawa Timur) untuk mengembangkan desa wisata.

Baca Juga

Kepala Bidang Pengembangan Masyarakat Pariwisata Kementerian Pariwisata Ambar Rukmi, mengatakan, dua lokasi tersebut memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata desa.

Oleh karena itu, Kemenpar menggelar Bimbingan Teknis Pengembangan Desa Wisata di dua lokasi tersebut untuk menjadi embrio minat masyarakat dan pemerintah setempat memanfaatkan potensi wisata.

"Komitmen dari peran kepala desa untuk mensinergikan program pengembangan desa wisata sangat penting selain meningkatkan kapastias masyarakat untuk berinovasi mengembangkan potensi desa," kata Ambar dalam siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (28/5).

Ambar melanjutkan, komitmen antara kepala desa dan masyarakat setempat menjadi kunci jika ingin masuk ke industri wisata. Sebab pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenpar hanya berwenang sebagai fasilitator dan motivator.

Ia juga mengingatkan akan pentingnya masyarakat desa untuk menerapkan konsep sapta pesona untuk menyambut wisatawan yang datang. Sapta pesona terdiri dari tujuh unsur yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan.

"Caranya, bisa dimulai dengan menyediakan fasilitas umum beserta pelayanan yang baik kepada wisatawan. Misalnya menyediakan minuman selamat datang atau ‘welcome drink‘ khas desa setempat,” katanya.

Tidak hanya itu, lanjut Ambar, ketersediaan homestay dengan pelbagai fasilitas yang baik dan bersih harus disediakan.

"Semua hal ini perlu diperhatikan oleh semua masyarakat, perangkat desa, serta dinas pariwisata setempat. Ini cara agar desa ini tidak hanya menjadi tempat transit. Tapi juga bisa menjadi fokus destinasi wisata bagi wisatawan,” jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA