Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Pengajuan Extra Flight Bandara Ngurah Rai Turun 254 Persen

Rabu 29 May 2019 13:54 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pesawat udara berada di landasan pacu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (3/4/2019).

Pesawat udara berada di landasan pacu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (3/4/2019).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Tahun lalu, pengajuan extra flight di Bandara Ngurah Rai mencapai 765 permohonan.

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Pengajuan extra flight atau penerbangan tambahan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, selama musim libur Lebaran 2019 tercatat mengalami penurunan tajam. Communication and Legal Section Head Angkasa Pura I, Arie Ahsanurrohim, di Mangupura mengatakan, pengajuan extra flight per tanggal 28 Mei 2019 tercatat ada 216 pengajuan.

Baca Juga

"Angka tersebut turun sekitar 254 persen dari data pengajuan extra flight tahun lalu," ujar Arie di Bali, Rabu.

Dari data yang dihimpun hingga H-1 operasional posko Lebaran, terdapat dua maskapai yang telah mengajukan permohonan penerbangan tambahan, yaitu Batik Air dan AirAsia. Dari dua maskapai tersebut, total permohonan penerbangan tambahan sejumlah 216 penerbangan dengan rincian AirAsia mengajukan 84 permohonan dan Batik Air dengan 132 permohonan.

Jumlah itu turun tajam dibandingkan periode yang sama tahun 2018 yang mencapai 765 permohonan penerbangan tambahan. Arie menjelaskan, angka tersebut adalah jumlah pengajuan penerbangan tambahan, belum tentu akan diutilisasi atau digunakan semuanya.

"Nanti pada saat akhir posko akan kami akan laporkan berapa persen angka utilisasinya," kata Arie.

Terkait faktor turunnya pengajuan penerbangan tambahan, Arie mengatakan, hal tersebut terkait dengan lalu lintas penumpang yang terjadi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Menurut data bulan April, penumpang domestik turun sembilan persen.

"Angkutan Lebaran lebih condong penerbangan tambahannya adalah penerbangan domestik, bukan internasional. Sedangkan di penerbangan internasional tanpa extra flight pun angkanya sudah tumbuh sekitar 14 persen," kata Arie.

Ia mengakui masih tingginya harga tiket penerbangan pesawat juga merupakan salah satu faktor turunnya pengajuan penerbangan tambahan di bandara tersebut. Selebihnya adalah analisis history traffic dari tiap maskapai karena tidak mungkin maskapai mengajukan extra flight dengan kalkulasi akan merugi.

"Maskapai akan mengajukan penerbangan sesuai dengan kebutuhan masing-masing," ujar Arie.

Ia mengungkapkan, pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tidak mengalami kerugian apapun terkait penurunan jumlah pengajuan penerbangan tambahan tersebut. Tidak ada kerugian karena extra flight adalah extra atau hal yang tidak terduga.

"Jadi tidak akan kami hitung, tapi itu khusus mengenai pelayanan angkutan Lebaran untuk mengakomodir penumpang selama arus mudik. Kami juga tetap berkomitmen untuk menyediakan pelayanan terbaik demi terselenggaranya penerbangan yang aman, nyaman, dan selamat," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA