Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Thursday, 20 Muharram 1441 / 19 September 2019

Kemhan Minta Masyarakat Perkecil Perbedaan Jelang Idul Fitri

Kamis 30 May 2019 21:34 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto.

Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kemhan Brigjen TNI Totok Sugiharto.

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Karena Indonesia adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Pertahanan (Kemhan), Brigjen TNI Totok Sugiharto, berpesan kepada masyarakat untuk memperbesar persamaan dan memperkecil perbedaan menjelang hari raya Idul Fitri 2019. Ia mengatakan, Indonesia adalah rumah bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Perbesar persamaan dan perkecil perbedaan, Indonesia rumah kita bersama," ujar Totok saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (30/5).

Baca Juga

Ia juga berpesan kepada seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik. Ia mengatakan, masyarakat harus tetap menjaga keamanan baik personel maupun materiil yang dibawa selama melaksanakan libur hari raya Idul Fitri.

"Jaga keamanan baik personel dan materil yang dibawa selama melaksanakan libur hari Raya Idul Fitri. Patuhi aturan berlalu lintas selama dalam perjalanan," katanya.

Di samping itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengantisipasi rumah kosong yang ditinggal saat mudik Lebaran di setiap wilayah Ibu Kota. Menurut Wali Kota Jakarta Selatan Marullah, dalam rapat pimpinan (rapim) Selasa (28/5), gubernur menginstruksikan soal pengamanan pada Hari Raya Idul Fitri.

"Mudah-mudahan aman. Tadi kita baru rapim dengan Pak Gubernur memang ada petunjuk soal pengamanan itu yang akan kita lakukan," ujar Marullah saat dihubungi, Selasa (28/5).

Ia menjelaskan, Pemprov DKI akan menyiapkan teknis yang isinya imbauan-imbauan kepada masyarakat saat mudik. Pemprov DKI juga bakal menyiapkan kantong parkir untuk menitipkan kendaraan pribadi di kantor-kantor pemerintahan, seperti kelurahan, kecamatan, dan kantor wali kota.

Marullah menuturkan, masyarakat diimbau berkomunikasi dengan tetangga ketika hendak pulang kampung. Apabila ingin menitipkan rumah, harus menginformasikan tetangga atau orang terdekat di sekitar.

Selanjutnya, warga harus memastikan segala sesuatu yang ditinggal aman dan terkendali. Misalnya, pintu rumah sudah dikunci, sumber listrik diamankan, kompor gas, dan alat elektronik lainnya sudah aman atau dalam keadaan tak beroperasi sesuai standarnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA