Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Thursday, 26 Jumadil Akhir 1441 / 20 February 2020

Luhut Berharap Aksi Ricuh 22 Mei tak Lagi Terulang

Selasa 28 May 2019 03:30 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat mencoblos pilihannya di TPS 005, Jalan Denpasar II Kuningan Timur, Jakarta, Rabu (17/4).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat mencoblos pilihannya di TPS 005, Jalan Denpasar II Kuningan Timur, Jakarta, Rabu (17/4).

Foto: Republika/Dedy D Nasution
Luhut yakin semangat persatuan masih ada di dalam hati sanubari setiap anak bangsa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berharap aksi massa pada 22 Mei 2019 yang berujung ricuh tidak akan terulang lagi di masa mendatang.

Dalam kegiatan buka puasa bersama pegawai di lingkungan Kemenko Kemaritiman di Jakarta, Senin, Luhut meyakini semangat persatuan sebagai satu bangsa yang besar masih ada di dalam hati sanubari setiap anak bangsa.

"Ketika perbedaan pendapat musti ditunjukkan dengan cara-cara yang represif. Namun saya berharap kondisi ini tidak akan terus berlanjut karena saya yakin semangat persatuan dan kasih sayang antarsesama masih ada dalam hati nurani kita masing-masing," katanya seperti dikutip dalam siaran pers di Jakarta, Senin (28/5).

Baca Juga

photo
Pengunjuk rasa berdiskusi dengan personel kepolisian usai mengikuti aksi damai di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat (24/5/2019).



Luhut meminta segenap karyawan di lingkungan Kemenko Kemaritiman serta masyarakat untuk kembali memaknai Ramadhan serta mempererat tali silaturahmi, terlebih setelah Pemilu. Ia mengimbau untuk saling memaafkan satu sama lain dan menghilangkan prasangka buruk.

"Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari, mari kita terus memperbaiki diri, memperbaiki hubungan dengan saudara-tetangga atau rekan sejawat yang mungkin kemarin sempat renggang karena berbeda pilihan pada saat Pemilu," ungkapnya.

Luhut juga terus mengajak segenap keluarga besar Kemenko Kemaritiman untuk terus membangun kultur sumber daya manusia yang lebih baik.

Menurut dia, hal itu penting lantaran SDM kementerian itu berasal dari berbagai kementerian/lembaga dengan budaya organisasi yang berbeda-beda. "Namun, hal ini jangan kita jadikan sebagai penghambat dalam bekerja sama. Ambil hal-hal yang positif dari perbedaan ini agar kita dapat memajukan sektor kemaritiman Indonesia sehingga cita-cita Indonesia sebagai poros maritim dunia tidak jadi sekadar cita-cita di atas kertas," jelasnya.

Acara buka bersama Kemenko Bidang Kemaritiman ini dihadiri oleh Menhub Budi Karya Sumadi, mantan hakim Mahkamah Konstitusi Mahfud MD dan perwakilan kementerian dan lembaga lain, serta seluruh pejabat Eselon I, II, III dan IV Kemenko Kemaritiman dan seluruh pegawai.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA