Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

YLKI: Penyakit Kanker Bagaikan Bom Waktu

Ahad 02 Jun 2019 23:28 WIB

Rep: Umi Soliha/ Red: Hasanul Rizqa

Sel kanker. Ilustrasi

Sel kanker. Ilustrasi

Foto: Sciencealert
YLKI meminta pemerintah kian fokus tangani prevalensi penyakit kanker di Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, prevalensi penyakit kanker di Indonesia menyentuh angka 1,4 persen. Dalam lima tahun terakhir, yakni pada 2018, prevalensi tersebut meningkat menjadi 1,8 persen.

Baca Juga

Menurut Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi, penyakit kanker bagaikan bom waktu yang mengerikan. Sebab, generasi Indonesia tidak luput dari bahayanya.

Lebih lanjut, YLKI mendesak pemerintah untuk kian berfokus dalam menekan tumbuh kembangnya penyakit tidak menular. Terbukti, penyakit semacam kanker menjadi benalu yang paling dominan bagi keadaan finansial BPJS Kesehatan.

Selain itu, Tulus mengatakan, masih ada masalah serius terkait perilaku hidup sehat masyarakat. Di sisi lain, arah kebijakan kesehatan belum begitu menyentuh hulu persoalan.

Jika arah kebijakan itu benar, seharusnya prevalensi penyakit menular akan turun, bukan malah naik. “Jika kebijakan pemerintah tidak mendukung untuk menekan wabah penyakit tidak menular, maka prevalensi penyakit tidak menular seperti kanker, hanyalah bom waktu saja. Bom waktu bagi generasi emas yang digadang gadang oleh pemerintah, dan kita semua,” tutur Tulus Abadi dalam keterangan pers yang diterima Republika.co.id, Ahad (2/6).

YLKI juga menyoroti wafatnya Ibu Ani Yudhoyono karena serangan kanker darah dan kepergian Ustaz Arifin Ilham beberapa waktu lalu yang telah mengharu biru bangsa Indonesia. Menurut YLKI,  kejadian tersebut merupakan bukti yang nyata betapa ganasnya penyakit kanker.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA