Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Wednesday, 8 Sya'ban 1441 / 01 April 2020

Soal SBY-Mega, Demokrat: Ini Membuka Lembaran Baru

Selasa 04 Jun 2019 00:04 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Ratna Puspita

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Ahad (2/6/2019).

Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berbincang dengan Presiden Ke-5 Megawati Soekarnoputri (kanan) saat menghadiri pemakaman ibu negara Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMP) Kalibata, Jakarta, Ahad (2/6/2019).

Foto: Antara/Olha
Hubungan antarmantan presiden seperti ini pasti akan ikut mengalir ke para pendukung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua DPP Demokrat Jansen Sitindaon mengatakan kedatangan Megawati Soekarnoputri ke Kalibata menepis pandangan publik yang beranggapan ada keretakan dalam hubungannya dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dia mengatakan, pertemuan kedua tokoh politik itu sekaligus menjawab pertanyaan publik terkait hubungan mereka.

Baca Juga

Megawati Soekarnoputri berada di Kalibata untuk menghadiri pemakaman istri presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Kristiani Herrawati (Ani Yudhoyono), di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Ahad (2/6) kemarin. Bahkan, Ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu terlihat tersenyum saat bersalaman dengan SBY. 

"Kedatangan bu Mega ini semoga menjadi pembuka lembaran baru untuk normalisasi hubungan yang lebih akrab dan hangat ke depannya antara pak SBY dan Bu Mega," kata Jansen di Jakarta, Senin (3/6).

Jansen berharap, momen itu menjadi jawaban terhadap harapan Taufiq Kiemas yang terus berusaha membantu agar hubungan keduanya kembali membaik. Jansen mengatakan, sejuknya hubungan antarmantan presiden seperti ini pasti akan ikut mengalir ke bawah hingga ke para pendukung dan pecinta mereka.

Dia optimistis itu akan membawa suka cita di tengah masyarakat. "Kita sebagai rakyat Indonesia tentu berharap hubungan baik antar pemimpin seperti ini terus terjalin kedepannya. Dan Indonesia kita menjadi sejuk," kata Jansen lagi.

Demokrat, Jansen mengatakan, berterimakasih atas kedatangan Megawati ke pemakaman Ani Yudhoyono. Dia melanjutkan, selain menyejukan, kedatangan Mega ikut menguatkan SBY dan keluarga yang sedang berduka.

"Sekali lagi, kami atas nama Partai Demokrat mengucapkan terimakasih atas kedatangan Ibu Mega beserta banyak pengurus dan kader PDI Perjuangan dalam pemakaman Ibu Ani kemarin," katanya.

Megawati turut hadir dalam upacara pemakaman Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, tepatnya di Blok M 129 TMP Kalibata berada satu meter di depan makam istri Habibie, Ainun. Megawati yang mengenakan pakaian berwarna hitam tampak bersalaman dengan SBY.

Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono meninggal dunia dalam perawatan di National University Hospital pada Sabtu pukul 11.50 siang waktu setempat. Istri presiden keenam SBY itu tutup usia pada usia 67 tahun setelah terpapar kanker darah.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA