Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Begini Kondisi Terduga Pelaku Bom Kartasura

Selasa 04 Jun 2019 03:00 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Nashih Nashrullah

Ilustrasi Teror Bom

Ilustrasi Teror Bom

Foto: Foto : MgRol_94
Terduga pelaku bom Kartasura dilarikan ke RS Moewardi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pria terduga pelaku bom bunuh diri di Pos Pengamanan (Pospam) Lebaran 2019 di Tugu Kartasura, saat ini dirawat di RSUD Dr Moewardi, Surakarta. Saat dirujuk ke rumah sakit, pria tersebut diduga masih dalam kondisi pingsan.  

Baca Juga

Hal itu diungkapkan oleh dokter jaga IGD RS Ortopedi Dr Soeharso, dr Lutfi saat dihubungi pada Selasa (4/6) dinihari. Sebagaimana diketahui, usai meledakkan diri sekitar pukul 23.00 WIB, Senin (3/6), pria tersebut menderita luka parah di bagian perut.  

Petugas kepolisian segera melarikannya ke RS PKU Muhamadiyah Kartasura. Setelah ditangani selama sekitar 30 menit, pria yang hingga saat ini belum dipastikan identitasnya itu kemudian dirujuk ke RS Ortopedi Dr Soeharso, Pabelan, Kartasura.  

Menurut dr Lutfi, pria itu datang sekitar pukul 00.30, Selasa dinihari. Saat datang dan ditangani tim dokter, tidak ada reaksi apapun dari pria itu.  

Namun, dr Lutfi tidak bisa memastikan apakah pria itu masih pingsan. "Sebab saya tidak sempat masuk ke ruangan penanganan. Di sini hanya ditangani beberapa menit saja,  setelah dilihat kondisinya kemungkinan membutuhkan penanganan bedah digestif, maka langsung dirujuk ke RSUD Dr Moewardi. Saat ini sudah dibawa ke sana, " jelasnya.  

Bedah digestif merupakan pembedahan yang dilakukan terhadap kondisi permasalahan kompleks di saluran pencernaan. dr Lutfi menuturkan, penanganan ini diperlukan karena terduga pelaku bom itu mengalami luka di bagian perut.  

"Mungkin perlu dilakukan CT scan, di sini kan tidak ada ya (fasilitas itu).  Mungkin juga perlu USG dll, dan perlu penanganan bedah digestif. Sebab ada luka di bagian abdomen (perut). Untuk lebih jelasnya silakan ke RSUD Dr Moewardi, " tambah dr Lutfi.  

Sementara itu, saat Republika.co.id mencoba menghubungi RSUD Dr Moewardi, rumah sakit tersebut enggan memberikan informasi. Salah seorang petugas operator yang dihubungi menyebut tidak bisa menyambungkan ke bagian petugas jaga karena informasi masih simpang siur. "Petugas jaga bilang jangan tidak bisa sebab informasi masih simpang siur, " ungkap petugas operator tersebut.   

Hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pihak RSUD Dr Moewardi. 

Menurut dokter jaga RS PKU Muhammadiyah Kartasura Sukoharjo, Ahmad Farji Purna Aji, yang dikonfirmasi Selasa dinihari, terduga pelaku mulanya dibawa polisi dengan mobil patroli ke RS Muhammadiyah.

Polisi membawa pelaku yang kondisinya luka parah dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 24.00 WIB. Pasien mendapat perawatan di IGD dengan memberikan infus dan oksigen.

Beberapa luka robek telah mendapat pertolongan dengan dijahit. Namun, pelaku kemudian langsung dirujuk ke RS Ortopedi di Jalan Slamet Riyadi, Sukoharjo.

Berdasarkan informasi di lokasi kejadian pria yang diduga pelaku bom bunuh diri tersebut disebut-sebut identitasnya bernama Rafik dan tinggalnya di sekitar Desa Kebonan, Kartasura, Sukoharjo.

Sebelumnya, sebuah ledakan yang diduga bom bunuh diri meledak di Pospam Lebaran 2019 di Tugu Kartasura, Polres Sukoharjo, Senin. Ledakan itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Agus Triatmadja membenarkan hal tersebut. Agus menyebut, anggotanya telah membawa terduga pelaku ke rumah sakit terdekat. 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA