Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Friday, 22 Zulhijjah 1440 / 23 August 2019

Pemda Buton: 600 Warga Korban Bentrok Mengungsi

Jumat 07 Jun 2019 16:58 WIB

Red: Ratna Puspita

Sebanyak 50 personel Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti Makassar diberangkatan ke lokasi kericuhan di Kabupaten Buton dari Lanud Hasanudin, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (7/6/2019).

Sebanyak 50 personel Batalyon Infanteri Raider 700/Wira Yudha Cakti Makassar diberangkatan ke lokasi kericuhan di Kabupaten Buton dari Lanud Hasanudin, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (7/6/2019).

Foto: Antara/Humas LSH/Jjn
Warga yang diungsikan merupakan anak-anak dan orang tua berumur di atas 50 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, BAUBAU -- Sebanyak 600 warga korban kerusuhan akibat bentrok antardesa Sampoabalo dan Desa Gunung Jaya Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara, mengungsi. Warga yang mengungsi itu tidak hanya korban yang kehilangan rumah karena terbakar, tetapi ada juga yang menghindar untuk mengamankan diri akibat kejadian itu.

"Kalau jumlah Kepala Keluarganya (KK-nya) saya belum bisa pastikan. Tapi kalau yang dievakuasi dari jam 9 malam sampai jam 8 pagi saat hari kejadian itu sebanyak 600-an orang, karena saya sendiri yang evakuasi," kata Kepala Bagian Umum dan Protokoler Pemkab Buton, Ramli Adia, melalui telpon seluler, Jumat (7/6).

Baca Juga

Ia menjelaskan warga yang dievakuasi dan diungsikan itu terdiri atas anak-anak, orang tua dan ibu-ibu yang sudah berumur diatas 50 tahun. Warga yang diungsikan tersebut, kata dia, terpusat di Kantor Desa Laburunci, Kecamatan Pasarwajo, dan beberapa tempat seperti di Ponimbe dan di Kelurahan Kombeli yang berdekatan dengan Desa Laburunci.

"Kalau yang mengungsi secara resmi itu dipusatkan di Pasarwajo. Tapi saya dengar yang terakhir ada juga yang mengungsi di tempat lain yang kami tidak tahu. Mungkin mereka mengungsi sendiri menginap di rumah keluarganya," katanya.

Ramli mengatakan dalam upaya membantu para korban bentrok tersebut Pemkab Buton sejak awal telah menyalalurkan bantuan berupa pakaian dan makanan setiap harinya. "Sejak kejadian dan evakuasi warga, Pemkab Buton menangani pengungsi. Sejak saat itu sudah mulai ada bantuan untuk pengungsi, kemudian berlanjut oleh BNPB, pemadam kebakaran, Dinas Sosial sudah siap terkait masalah pengungsi ini," katanya.

Dia juga belum bisa memastikan kapan warga tersebut dipulangkan, karena situasi belum benar-benar kondusif. Pihak keamanan masih melakukan pengamanan pada dua desa yang bertikai itu.

"Kemarin Kapolda dan Danrem bersama Bupati Buton sudah melakukan mediasi antara dua kubu. Jadi masih dalam proses," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA