Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Pasien Diabetes dan Kolestrol Meningkat di Bekasi

Jumat 07 Jun 2019 17:20 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Yudha Manggala P Putra

Dokter memeriksa pasien (ilustrasi).

Dokter memeriksa pasien (ilustrasi).

Foto: Republika
Peningkatan pasien diabetes dan kolesterol akibat masalah pola makan saat Lebaran.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi mencatat terjadinya peningkatan pasien diabetes dan kolestrol jahat pasca-Lebaran. Jumlah pasien dengan dua penyakit tersebut mencapai 50 hingga 70 orang sejak Rabu (5/6) hingga hari ini, Jumat (7/6).

Kepala Bidang Keperawatan RSUD Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Sudirman mengatakan, jumlah itu dicatat berdasarkan total kunjungan pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang mencapai 100 hingga 120 orang setiap harinya pasca-lebaran. "50 sampai 60 persen adalah penderita diabetes dan masalah kolestrol," kata Sudirman, Jumat (7/6).

Dia memperkirakan, ada kenaikan sekitar 10 persen kunjungan pasien diabetes dan masalah kolestrol jahat dibanding hari biasa. "Naiknya jumlah pasien disebabkan ketidakmampuan masyarakat dalam mengendalikan pola makannya saat libur lebaran," kata dia.

Menurut dia, saat hari raya masyarakat cenderung menyantap hidangan sayur bersantan dan hidangan penuh lemak hingga kue yang manis. Hidangan yang berlemak misalnya rendang, opor ayam, semur daging dan sebagainya.

Sudirman menjelaskan, pasien dibetes dikarenakan tingginya kadar gula darah akibat makanan manis. Sementara, kolestrol jahat disebabkan karena banyak mengkonsumsi makanan berlemak jenuh.

"Mengonsumsi makanan berlemak jenuh dan manis dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan glukosa dalam darah melebihi angka normal mencapai 200 mg/dl," ujarnya. 

Dia menambahkan, sebetulnya jumlah pasien diabetes dan kolestrol yang masuk ke IGD kali ini tidak jauh berbeda dengan tahun lalu. Pasca Lebaran 2018, ada sekitar 30 hingga 40 pasien yang harus menjalani rawat inap, sedangkan sisanya rawat jalan karena masih bisa ditangani oleh dokter jaga di IGD.

"Selama libur lebaran, pasien yang masuk ke rumah sakit ditangani oleh dokter jaga IGD karena poliklinik baru akan dibuka pada Senin (10/6)," imbuhnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA