Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Ini Rute Menuju Kawasan Wisata Mandeh di Sumbar

Sabtu 08 Jun 2019 00:30 WIB

Red: Friska Yolanda

Pengendara melintas di jalan akses wisata ke Nagari Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (3/7).

Pengendara melintas di jalan akses wisata ke Nagari Mandeh, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Selasa (3/7).

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
Wisatawan diimbau memilih jalan memutar di Wisata Mandeh demi keselamatan.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Libur Lebaran tak hanya dihabiskan dengan bersilaturahim dengan sanak famili. Mengunjungi kawasan wisata menjadi pilihan bagi pemudik yang tengah berada di kampung halaman. Bagi yang ada di Sumatra Barat, Kawasan Wisata Mandeh menjadi salah satu destinasi yang wajib didatangi.

Wisatawan yang ingin mengunjungi destinasi unggulan Kawasan Wisata Mandeh, Pesisir Selatan, direkomendasikan melewati jalur Carocok Tarusan daripada Sungai Pisang, Kota Padang. Jalur ini dinilai lebih aman.

"Akses jalan ke Mandeh dari Carocok Tarusan sudah sangat bagus. Tanjakan dan turunan juga lebih landai sehingga lebih aman," kata Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Heri Nofiardi di Padang, Senin (3/6).

Sementara jalur lewat Sungai Pisang, Padang, terdapat dua tanjakan dan turunan panjang yang sangat ekstrem sehingga membahayakan, terlebih bila terjadi macet. "Kendaraan yang kurang fit atau bermuatan penuh diimbau tidak lewat jalur Sungai Pisang," katanya.

Secara fisik, jalan ke Mandeh sepanjang 41,8 kilometer sudah sangat bagus dan mulus. Namun, jalurnya masih relatif sempit dan banyak kelokan, turunan serta tanjakan.

Selain itu, rambu dan marka jalan di lokasi itu juga belum terpasang maksimal. Sehingga, pengendara harus hati-hati terutama pada beberapa titik dengan kelokan tajam.

"Secara bertahap kita lengkapi. Sebelumnya rambu dan marka jalan belum menjadi kewenangan Dinas Perhubungan, tetapi Balai Pelaksana Jalan Nasional yang membangun akses jalan 41,8 kilometer itu," katanya.

Sementara itu, salah seorang pengendara yang pernah melewati jalur tersebut, M Noli menilai rambu yang menginformasikan kelokan, tanjakan dan turunan di jalan Kawasan Mandeh memang harus ditambah agar bisa jadi pedoman bagi pengendara. Pada daerah Sungai Pisang, Kota Padang, pengendara harus lebih ekstra hati-hati, menggunakan perseneling satu cukup lama untuk bisa melewati tanjakan yang curam dan panjang.

Setelah itu, pengendara akan dihadapkan pada turunan yang tajam dan sama ekstremnya hingga kondisi rem harus benar-benar baik. "Pada kondisi ramai kendaraan dan adanya potensi kemacetan seperti lebaran atau libur panjang, ruas jalan itu tidak direkomendasikan untuk dilewati," katanya.

Ia menyebut perjalanan memutar memutar melewati Carocok Tarusan yang relatif lebih "ramah" dengan asumsi menambah waktu tempuh hingga satu jam lebih baik bagi wisatawan. Lebih baik memutar sedikit daripada terjadi kecelakaan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA