Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Monday, 18 Zulhijjah 1440 / 19 August 2019

Demokrat tak Ingin Terbawa Tekanan Emosional

Ahad 09 Jun 2019 11:42 WIB

Rep: Umi Nur Fadhilah/ Red: Ratna Puspita

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto

Foto: Republika/Wihdan H
Keputusan Demokrat berkoalisi harus dipatuhi oleh segenap kader Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Partai Demokrat menyatakan tidak akan pernah terbawa emotional pressure (tekanan emosional) yang tidak rasional dalam kontestasi politik. Apalagi, tekanan emosional tersebut hanya mengutamakan kepentingan kelompok.

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan Partai Demokrat menganggap kepentingan bangsa, negara, dan rakyat adalah yang utama. Sebagai bagian dari pilar demokrasi, dia mengatakan Partai Demokrat ingin memastikan saluran demokrasi harus tetap terjaga pertumbuhan dan penguatannya.

Baca Juga

Sebab, dia menganggap perjuangan politik dan demokrasi dalam penataan bangsa adalah sarana terbaik. Dengan demikian, bangsa dapat menjalankan dan mempedomani konstitusional.

Terkait adanya sejumlah politikus Patai Demokrat yang mengusulkan pembubaran Koalisi 02, Didik menjelaskan keputusan berkoalisi di Partai Demokrat itu diputuskan oleh Majelis Tinggi Partai, dengan tetap mendengar aspirasi dan masukan dari segenap kader. “Keputusan ini menjadi pedoman dan patron politik yang harus dipatuhi oleh segenap kader Partai Demokrat,” ujar dia kepada Republika, Ahad (9/6).

Koalisi pengusungan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) akan konsisten dilakukan oleh Partai Demokrat mulai sejak diputuskan hingga selesainya tahapan pilpres. Termasuk, proses di Mahkamah Konstitusi (MK) yang keputusannya dijadwalkan pada 24 Juni 2019.

Terkait dengan keputusan dan sikap Partai Demokrat, Didik menyatakan partai berlambang mercy itu punya perhitungan dan pertimbangan dalam menentukan langkah politik. “Tapi yang bisa saya pastikan, bahwa Partai Demokrat akan berkoalisi dengan rakyat,” kata dia.

Dia menyatakan Partai Demokrat tidak akan berhenti menyerap aspirasi, peduli, dan memberi solusi untuk rakyat. Selain itu, Partai Demokrat tidak akan berhenti untuk terus menjadi kekuatan perjuangan yang konstruktif dengan basis kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA