Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

BPN: Tim Hukum Bakal Siapkan Kejutan di Sidang MK

Ahad 09 Jun 2019 15:17 WIB

Rep: Febrianto Adi Saputro/ Red: Ratna Puspita

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade

Foto: Ronggo Astungkoro/Republika
TKN menyebut pernyataan BPN soal bukti hanya bluffing alias menggertak.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara (Jubir) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, membenarkan tim hukum BPN akan memberikan kejutan di sidang perdana sengketa pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, ia enggan membeberkan kejutan macam apa yang akan disuguhkan saat persidangan nanti.

Baca Juga

"Ya lihat nanti tunggu tanggal mainnya dong, masa kejutan diinformasikan," kata Andre saat dihubungi, Ahad (9/6).

Ia mengatakan saat ini tim hukum BPN telah mengumpulkan bukti dan juga saksi yang mendukung dalil mereka bahwa ada kecurangan yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk sama-sama menyaksikan sidang tersebut.

"Kami akan buktikan dugaan TSM itu. Kami akan buktikan dugaan korupsi politik itu," kata dia.

Sementara itu, Andre mengaku belum mengetahui pasti terkait sudah atau belum diserahkannya perbaikan permohonan ke MK. Namun, menurutnya, seluruh untuk persidangan sudah dilengkapi oleh tim kuasa hukum.

"Kami yakin dan optimis (MK kabulkan permohonan BPN)," ujarnya.

photo
Direktur bidang Advokasi dan Hukum TKN, Ade Irfan Pulungan

Direktur Advokasi dan Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Ade Irfan Pulungan mengaku tidak ambil pusing terkait bakal adanya kejutan seperti apa yang disampaikan kubu 02. Menurutnya pernyataan semacam itu tidak akan berpengaruh bagi tim hukum TKN.

Ia juga meyakini BPN tidak memiliki bukti yang cukup kuat dalam persidangan nanti. "Saya berani mengatakan itu kenapa, ya memang mereka tidak punya bukti yang material, tidak punya saksi yang kuat di lapangan,  yang terdaftar di TPS, kan setiap orang terdaftar di TPS siapa namanya, saksi dari mana, saya yakin itu, jadi kalau ada kejutan-kejutan tuh itu hanya bluffing aja, nggak apa-apa lah," ujarnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA